SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Tepatnya pada 10 September 2017 lalu, manajemen Maharani Zoo dan Goa cukup berbangga, karena Gajah indukan Sumatera yang dimilikinya melahirkan seekor gajah yang oleh manajemen diberi nama gajah Putri Maharani, yang diambilkan dari nama Goa Maharani, dengan berat lebih kurang dari 75 kg.
Gajah yang dilahirkan dari indukan Mayang yang berusia 15 tahun, dan pejantan Rambo yang berusia 32 tahun ini, seperti yang disampaikan oleh Marketing Koordinator Maharani Zoo dan Goa, Juli Tri Wahyuningtyas, Kamis (28/9/2017) proses kelahiran nya normal.
Gajah berjenis betina ini sekarang melengakapi koleksi satwa gajah di MZG dari sebelumnya 3 ekor menjadi 4 ekor, dan untuk sementara anakan gajah ini diisolasi dari pengunjung untuk menghindari stres. Meski demikian tidak lama lagi pengunjung bisa langsung melihat dan menikmati kelucuan gajah mungil, yang memiliki nama latin Elephas Maximus Sumatranus ini."Alhamdulillah proses kelahiranya normal,"ujarnya.
Dikatakan Juli, untuk menjaga agar bayi gajah ini dapat tumbuh sehat, petugas dari Maharani zoo dan Goa bersama tim dokter hewan melakukan pengawasan selama 24 jam penuh. Dokter hewan Maharani zoo dan Goa, Laily Purnama mengaku bersyukur atas kelahiran gajah Sumatera ini. "Penantian selama 2 tahun masa kehamilan gajah akhirnya berbuah manis dengan lahirnya gajah betina ini," akunya.
Indukan dan pejantan yang melahirkan itu tambah Juli, merupakan gajah tunggang yang setiap hari menjadi salah satu hiburan bagi pengunjung."Yang melahirkan Gajah Putri Maharani ini adalah, sehari harinya menjadi hihuran bagi pengunjung,"terangnya.
Untuk diketahui, dalam 3 bulan terakhir ini, Maharani Zoo dan goa sebagai lembaga konservasi berhasil mengembangkan 3 hewan, yaitu anak kuda Nil yang merupakan satwa dari Afrika, anakan Jerapah.
Terakhir, anakan gajah Sumatera yang diberi nama Putri Maharani ini. "Untuk sementara, induk dan bayi gajah masih diisolasi dari pengunjung untuk menghindari indukan serta bayinya agar tidak stres," ujar Juli. jir
Editor : Redaksi