Dari Australia TKI Kirim Uang ke RI Rp 57,6 T

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Jakarta-Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat ada Rp 57,61 triliun kiriman uang (remitansi) tenaga kerja Indonesia (TKI) terhitung Januari sampai Juni 2017. Dalam bentuk kurs dolar, pada periode Juni 2017 ini jumlah remitansi yang masuk ke Indonesia US$ 4,3 miliar. Menurut Servulus, karena berdasarkan laporan BI, data tersebut resmi. Jumlah tersebut belum terhitung pola tradisional yang masih berlaku yaitu uang yang dibawa langsung oleh TKI atau uang yang dititipkan oleh TKI kepada keluarga melalui TKI yang pulang ke daerah asal mereka. "Remitansi sebanyak ini didasarkan pada laporan Bank Indonesia tentang uang yang dikirim oleh para TKI. Uang dikirim melalui jasa perbankan atau yang tercatat di perbankan," ujar Kepala Bagian Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti, dalam keterangan tertulis dari BNP2TKI, Sabtu (29/9/2017). Memang belum semua TKI mengenal mekanisme pengiriman uang dengan menggunakan jasa perbankan. Masih banyak TKI yang ditengarai mengirimkan uang menggunakan jasa non perbankan seperti titip temannya yang pulang ke Indonesia. Berkaitan hal ini, BNP2TKI selalu mensosialisasikan kepada calon TKI agar memanfaatkan jasa perbankan dalam pengiriman uangnya. Dilihat dari kawasan yang terbanyak mengirimkan uang berasal dari negara kawasan Asia termasuk Australia dan Selandia Baru yakni US$ 2,58 miliar. Disusul kawasan Timur Tengah termasuk Afrika US$ 1,61 miliar, dan kawasan Amerika dan Eropa masing-masing US$ 94,7 miliar dan US$ 34,41 miliar. Proses pengenalan pemanfaatan jasa perbankan, BNP2TKI sudah bekerja sama dengan perbankan untuk mensosialisasikan cara pengiriman uangnya ke kampung halamannya. Para calon TKI yang akan bekerja ke luar negeri termasuk keluarganya dibekali pengetahuan perbankan. Perlunya edukasi untuk pengetahuan penggunaan jasa perbankan dan pemanfaatan remitansi oleh TKI atau keluarganya, dilaksanakan sebagai salah satu tugas BNP2TKI dalam mengedukasi para calon TKI, TKI aktif maupun TKI purna. hem

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Berita Terbaru