Alasan Naik Roket ala Elon Musk Adalah Ide Gila

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com - Elon Musk, sang 'Tony Stark' dunia nyata, punya ambisi tak cuma di bidang antariksa, namun juga soal transportasi. Dia adalah pemilik perusahaan mobil listrik Tesla dan juga menginisiasi dan membelakangi perusahaan kereta peluru, Hyperloop. Yang terbaru, Ia juga ingin membuat perjalanan internasional jadi jauh lebih cepat dengan BFR. BFR adalah kendaraan antariksa yang diproyeksikan menggantikan Falcon 9, Falcon Heavy, serta Dragon. BFR akan setinggi 106 meter, lebar 9 meter, dan bisa menampung beban 150 ton. angka ini 5 kali lebih besar dari Falcon Heavy, kendaraan SpaceX yang terbesar sat ini. Umat manusia sudah mampu menemukan rudal balistik antar benua yang bisa ditembakkan ke sebuah orbit, dan melesat hanya dalam 30 menit. Pada dasarnya, apa yang diimpikan Elon sama dengan hal ini, hanya tinggal mengganti hulu ledak dengan manusia. Weeden juga menambahkan soal paparan radiasi di ruang hampa udara. Orbit balistik ini pasti akan melewati ruang hampa udara. Jika proyek ini lanjut, tentu Elon harus menemukan cara manusia agar tak terpapar radiasi ini. Harga tentu adalah rintangan yang terbesar. Tak mengherankan jika layanan perjalanan dari Amerika ke Eropa hanya 30 menit, tentu kocek harus dirogoh dalam-dalam. Namun Elon Musk justru berpendapat sebaliknya, di mana perjalanan roket ini sama murahnya dengan perjalanan udara komersial. Sebuah studi yang dihelat Angkatan Udara AS, menyebut bahwa roket yang digunakan kembali seperti yang digunakan SpaceX, hanya bisa layak untuk 100 penerbangan saja. Padahal, pesawat komersial biasa bisa digunakan sampai 10.000 penerbangan. Jadi harga penerbangan bisa jadi bahkan 10 kali lipat lebih mahal dari pesawat komersial biasa, karena kebutuhan kendaraan yang tinggi. Namun kembali ke ide Elon, jika perjalanan dari Amerika Serikat ke China dalam waktu 30 menit saja dihargai 10.000 dollar, sepertinya itu hal yang masuk akal karena pemotongan waktu yang sangat luar biasa. Meski demikian, hal ini tidak sesuai dengan konsep awal Elon yang ingin membuat mode transportasi ini bisa dijangkau setiap orang. st

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru