SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang lebih akrab disapa Pakde Karwo menyatakan komitmennya terhadap petani. Komitmen tersebut di antaranya ditunjukkan dengan mengirim surat kepada pemerintah pusat yang berisi penolakan pemberlakuan PPN 10�gi petani tebu.
Penolakan tersebut dinilainya tidak pas, apalagi rendemen tebu petani hanya 7,3%. Tidak hanya tebu, Pakde Karwo juga menolak impor garam yang akan masuk ke Jatim.
"Jatim adalah penghasil garam terbesar di Indonesia, sehingga impor garam tidak dibutuhkan." Katanya kemarin.
Terkait gabah, Pakde Karwo mengharapkan petani untuk tidak menjual gabah kering panen. Tetapi, menjual gabah kering giling sehingga ada nilai tambahnya.
Ditambahkan, Pemprov Jatim telah memiliki strategi tersebut, dengan memberikan bantuan alat panen gabah, pengering dan kemasan (packaging). Jika itu dilakukan maka ada nilai tambah menjadi Rp. 12.800 dengan menjadi beras premium.
Sementara, jika yang dijual gabah kering panen nilainya akan menjadi Rp. 7.800. Pilot project dilakukan di Jombang pada 13 gabungan kelompok petani. arf
Editor : Redaksi