Seorang pria bersenjata menyerang istana Kerajaan Saudi di Jeddah. Pelaku menembak mati dua penjaga istana saat mencoba masuk melalui gerbang istana. Tiga penjaga lainnya terluka akibat serangan pria bersenjata tersebut. Serangan digagalkan oleh pasukan kerajaan dengan menembak mati pelaku serangan. DOHA, Mohammed Jaber.
Qatar melontarkan kecaman keras atas serangan yang menargetkan istana Al Salam di Jeddah, Arab Saudi yang menewaskan dua petugas keamanan dan melukai beberapa lainnya. Dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency, Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan posisi negaranya yang menolak kekerasan dan terorisme tanpa mempedulikan motif atau alasan.
Sebelum Qatar, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah terlebih dahulu melemparkan kecaman atas serangan itu. Sekretaris Jenderal OKI, Yousef al-Othaimeen dalam sebuah pernyataan, mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan kepada mereka yang terluka untuk segera sembuh.
"Dia (Othaimeen) menegaskan kembali solidaritas OKI dengan Arab Saudi dalam melawan terorisme yang berusaha mengacaukan Saudi, dan merongrong keamanannya, dan menyuarakan dukungan untuk semua tindakan yang diambil oleh Saudi untuk menghadapi rencana kelompok, dan organisasi teroris, membela keamanan negara tersebut. dan menjaga keamanan warganya," bunyi pernyataan OKI.
Pernyataan Qatar sendiri muncul di tengah krisis Teluk yang dimulai pada bulan Juni ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain secara kolektif memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha, karena menilai Qatar mendukung terorisme.
Doha membantah tuduhan tersebut, dan menggambarkan hal itu sebagai upaya untuk secara diplomatis mengisolasi mereka. Qatar menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan nasionalnya. 06
Editor : Redaksi