Produk Lokal Jadi Anak Tiri

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com-Surabaya, Kemajuan zaman tidak mampu mengangkat produk lokal menang diproduk andalan di Negeri ini. Jika pada tahun 1512 bangsa Indonesia telah dijajah oleh penjajah, namun di era ini bangsa Indonesia telah dijajah melalui barang-barang impor. Berbagai produk dari luar negri telah merambah di pasaran Indonesia. Tidak hanya dalam bentuk pangan namun juga dalam bentuk sandang. Di berbagai kota besar yang berada di Indonesia selalu terdapat merek-merek luar negri yang tercecer di pinggir jalanan kota. Banyaknya toko-toko yang menjual barang impor menjadikan barang-barang lokal produksi bangsa sendiri tersisihkan. Tidak sedikit jika kita memperhatikan barang-barang hasil produksi bangsa Indonesia. Hasil karya anak negeri tak terhitung jumlahnya. Dengan kepandaian dan ide-idenya anak-anak negeri mampu menorehkan lewat karya dalam bentuk pangan maupun sandang yang tidak kalah menariknya dengan produksi luar negeri. Dalam bentuk pangan misalnya, anak negri mampu membuat makanan dari bahan makanan tradisional menjadi makanan-makanan yang unik. tidak hanya dalam pangan dalam bentuk sandang pun mereka mampu menciptakannya. Dalam bentuk organisasi maupun komunitas, anak negri mampu menghasilkan sebuah produk unggulan. Dengan ide-ide dan kreativitas Misalnya pembuatan gaun dari barang-barang bekas yang bernilai sangat tinggi. Namun masyarakat telah terobsesi bahwa barang impor lebih menjadikan gaya hidup terlihat mewah. Sehingga menjadikan barang-barang produksi lokal tersisih akibat kurang diminati. Masalah ini bisa jadi masalah besar dan perlu adanya gerakan untuk mengenalkan hasil produksi anak negri ke masyakat, bagi orang yang sangat perduli akan perkembangan bangsanya, namun masalah ini juga akan menjadi sangat kecil bahkan tidak ada artinya, jika masyarakatnya tak mampu menghargai hasil produksi sendiri dan tanpa adanya kesadaran akan pentingnya memperkenalkan dan melestarikan produk-produk lokal. Lantas kalian akan menjadi masyarakat yang mana? Mfn/inn

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru