TNI vs Militer AS

Amerika ‘Cekal’ Jenderal Gatot

surabayapagi.com
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kembali membuat heboh. Kali ini tak terkait isu dirinya yang digadang-gadang sebagai calon wakil presiden (Cawapres) pada Pemilu 2019. Namun, polemik terjadi lantaran mantan Pangdam V/Brawijaya itu ditolak masuk wilayah Amerika Serikat (AS). Padahal, Panglima TNI bersama sejumlah delegasi bertolak ke Amerika atas undangan pemerintahan Donald Trump. Yakni, undangan menghadiri acara Chiefs of Defence Conference on Country Violent Extremist Organizations (VEOs) yang akan dihelat 23-24 Oktober 2017 di Washington DC. Sementara Visa yang dimiliki Panglima TNI dan rombongan juga tidak ada masalah. Lantas, ada apa di balik penolakan oleh pemerintah AS itu? -------------- Laporan : Joko Sutrisno – Tedjo Sumantri, Editor : Ali Mahfud -------------- Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Wuryanto menerangkan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo diundang secara resmi oleh Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS), Jenderal Joseph F. Dunford, yang merupakan sahabat sekaligus senior. Sedang pelarangan masuk AS dilakukan oleh US Custom and Border Protection. Pada Sabtu (21/10/2017), posisi Panglima TNI beserta delegasi masih berada di Bandara Soekarno-Hatta dan hendak check in. "Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates. Namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS," kata Wuryanto di Kantor Panglima TNI, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017). Padahal, saat itu, Gatot dan delegasi sudah mengantongi visa dari AS untuk hadir dalam acara tersebut. Delegasi yang ikut bersama Panglima TNI yakni Asisten Intelijen TNI, Kepala Bagian Staf Intelijen, Asisten Teritori dan Sekretaris Pribadi Panglima TNI Letkol Kukuh. Saat itu istri Gatot juga turut serta dalam rombongan. Ia menambahkan, Panglima TNI telah melaporkan kejadian ini pada Presiden Joko Widodo Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Ia juga telah mengirim surat kepada Jenderal Dunford untuk mempertanyakan insiden tersebut. Kapuspen TNI menilai ada yang aneh. Sebab, sebelumnya Panglima juga pernah ke AS dan tak ada masalah. "Yang kemarin bukan yang pertama kali. Terakhir Februari 2016, dan nggak ada masalah," kata Wuryanto. Menurut dia, saat Februari itu juga merupakan acara resmi. Kala itu Jenderal Gatot juga menghadiri acara atas undangan dari militer AS. Wuryanto menyebut, pihaknya masih menunggu penjelasan dari otoritas AS soal alasan penolakan Panglima. Padahal, Panglima TNI sendiri sudah pernah beberapa kali ke AS. "Pengurusan visa dan persyaratan administrasi yang lain semuanya sudah diurus, siap berangkat dan tidak ada masalah. Makanya kita semua menunggu penjelasan dari pihak AS," ungkap Wuryanto. Panggil Dubes AS Pemerintah Indonesia langsung meminta penjelasan otoritas Amerika Serikat perihal larangan bagi Panglima TNI memasuki Negeri Paman Sam itu. Menteri Luar Negeri Retno LP Masudi menjelaskan, KBRI di Washington D.C telah mengirim nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri AS untuk meminta klarifikasi. "Permintaan tersebut diperkuat dengan nota diplomatik Kemlu RI ke Kedubes AS," kata Retno dalam pesan singkatnya. Menlu Retno juga sudah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan duta besar AS untuk Indonesia. Kebetulan, Dubes AS tidak berada di Jakarta. "Dubes AS juga sedang menunggu info dari capital," kata Retno. Rencananya, Retno juga akan memanggil Wakil Dubes AS pada Senin (23/10/2017) hari ini. Dinilai Bentuk Pelecehan Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Al Masyhari membenarkan kabar ditolaknya Panglima TNI masuk Amerika Serikat. Dia juga mengklaim sudah mendapat konfirmasi langsung. "Beliau sudah pegang visa lengkap," kata Abdul Kharis. Menurut Kharis, ini bentuk pelecehan terhadap Panglima TNI karena tidak ada alasan yang jelas. Oleh karenanya DPR meminta Menteri Luar Negeri untuk berkomunikasi dengan otoritas yang menolak Panglima TNI masuk AS. Sementara itu, pihak AS menyebut ada persoalan internal. "Katanya ada persoalan internal ya. Ada persoalan internal di mereka," kata Dirjen Amerika dan Eropa (Amerop) Kemlu Mohammad Anshor. Sayangnya apa yang dimaksud persoalan internal ini tidak dijelaskan lebih rinci oleh Kedubes AS. Berdasarkan informasi yang didapatkan Anshor, pada Sabtu (21/10) pagi, Kedubes AS telah memberitahukan mengenai adanya persoalan internal tersebut. "Pesawat Pak Panglima ini Sabtu jam 13, sampai siang persoalan ini selesai. Hingga akhirnya disampaikan ke beliau," kata Anshor. Dubes AS Minta Maaf Duta Besar (Duber) AS untuk Indonesia Joseph Donovan meminta maaf pada Menlu RI Retno Marsudi atas insiden Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak saat hendak terbang ke Amerika Serikat. "Pihak Kedutaan AS telah berkoordinasi dengan staf Panglima TNI tentang masalah ini. Kedubes AS siap memfasilitasi perjalanan Jenderal Gatot Nurmantyo) ke Amerika Serikat," sebut pernyataan Kedubes AS, Minggu (22/10). Pihak Kedubes AS berharap kasus ini tak mengganggu hubungan antara Indonesia dan AS. "Kami tetap berkomitmen pada Kemitraan Strategis dengan Indonesia," tulis laman resmi Kedubes AS di Jakarta. Namun Kedubes AS di Jakarta tak menjelaskan sama sekali kenapa Jenderal Gatot yang telah memegang undangan resmi dari Pangab Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Durford, Jr, bisa ditolak masuk AS. n

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru