SURABAYAPAGI.com, Riyadh - Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed, pada Selasa (24/10), mengumumkan rencana investasi berupa pembangunan zona bisnis dan industri yang diperluas ke Yordania dan Mesir. Tak tanggung-tanggung, Saudi menyiapkan dana sebesar 500 miliar dolar AS untuk merealisasikan proyek tersebut.
Pangeran Mohammed mengungkapkan bahwa dana tesebut nantinya akan dimanfaatkan untuk membangun zona seluas 26,5 ribu kilometer persegi yang dikenal sebagai NEOM. "Ini akan berfokus pada industri, termasuk energi air, bioteknologi, pangan, manufaktur maju, serta hiburan," katanya menjelaskan, dikutip Reuters.
Menurutnya, NEOM akan menjadi contoh masa depan teknologi tinggi plus inovatif yang telah dia janjikan kepada negaranya yang dinilai konservatif. Proyek ini bukan tempat bagi investor konvensional. "Ini adalah tempat bagi pemimpi yang ingin melakukan sesuatu di dunia," ujar Pangeran Mohammed.
Reksa Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) mengatakan NEOM akan dibangun berdekatan dengan Laut Merah dan Teluk Aqaba serta rute perdagangan maritim via Terusan Suez. Zona ini akan menjadi pintu gerbang ke Salman Bridge yang diusulkan, yang akan menghubungan Mesir dan Arab Saudi.
Sedangkan di perbatasan Arab Saudi dengan Yordania, NEOM akan mencakup ujung utara Teluk Aqaba, dekat kota Israel Eilat. Zona ini juga berada di seberang Mesir, melintasi Selat Tiran.
NEOM terletak di salah satu arteri ekonomi paling menonjol di dunia. "Lokasinya yang strategis juga akan memfasilitasi kemunculan cepat zona tersebut sebagai hub global yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika," kata PIF menerangkan.
Pangeran Mohammed telah menunjuk Klaus Kleinfeld untuk mengeksekusi proyek NEOM. Kleinfeld merupakan mantan chief executive Siemens AG dan Aloca Inc.
Di sisi lain, Riyadh mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kontak dengan calon investor dan akan menyelesaiakan tahap pertama proyek NEOM pada tahun 2025. Kendati demikian, Yordania dan Mesir belum memberikan komentar resmi terkait dengan rencana pembangunan proyek NEOM oleh Saudi. sd
Editor : Redaksi