Dampak Covid 19, Aksi Kejahatan di Surabaya Meningkat. Sepekan 12 kasus kej

surabayapagi.com
Surabaya, SURABAYAPAGI.com - Warga Surabaya kini mulai tak bisa bernafas lega, pasalnya selain harus berhati-hati dari penyebaran virus corona, masyarakat kini juga harus waspada akan aksi kejahatan yang semakin meningkat semenjak banyaknya nara pidana (Napi) yang keluar dari penjara yang mendapatkan asimilasi Kemenkumham Yasona. Keluarnya napi yang mendapat asimilasi pencegahan covid 19, membuat kejahatan di Kota Surabaya meningkat. Dari informasi yang diperoleh Surabaya Pagi, dalam sepekan sebanyak 12 aksi kejahatan jalanan 3C (Curas, Curat, dan curanmor) di wilayah hukum Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaranan. Kesebelas kasus tersebut diantaranya 1 curat, 3 curas 3 curanmor. "Dari data yang sudah masuk kami menerima 7 laporab. Dua Curas dan dua Curanmor sudah kami ungkap, salah satunya sudah di ungkap Polsek Tegalsari dan Unit Jatanras beberapa waktu lalu. Untuk Polsek lain belum masuk, " kata AKBP Sudamiran, melalui KBO Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Hartono, Selasa (14/4/2020). Sementara itu, viral di media sosial terjadi pembegalan di Terminal wilayah Bratang, Gubeng Surabaya. Dalam Postingan akun Facebook yang bernama Juned Juned ini, ia mengatakan di group Surabaya Informasi jika Surabaya mulai rawan dan tak nyaman. "Acc min.... urgent. Info kriminal dini hari... ati" lurr sen arep moleh bengi utowo arep budal kulaan... suroboyo maleh rawan pembegalan dan penjambretan.... wingi bengi daerah tegal sari surabaya kejadian.... bengi iki daerah bratang surabaya, " Tulisnya dalam group tersebut. Juned sendiri membagikan postingan milik Mochtarip Shochap digroup Driver Gojek Surabaya yang berisi himbauan agar driver gojek lebih berhati-hati dalam mencari order terlebih pada malam hari. Dalam Postingan Mochtarib sendiri, ia memberitahukan terjadi pembegalan di area Bratahg sekitar pukul 23.00 WIB. "Hati-hati lor... Seng Ngalong (berkendara malam)... Kejadian begal tadi malam jam 23.00 di area Bratang.... habis terminal, " tulis Mochtarip dalam group tersebut. Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Gubeng, AKP Sherly saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya mengatakan masih belum mengetahui kejadian tersebut. Bahkan, terkait korban sudah melapor atau belum, ia masih melakukan pengecekan terlebih dahulu. "Saya cek dulu mas," kata Sherly. Tak hanya itu, Dua jambret juga tertangkap warga diposting oleh akun Aliff Fathur Ae di sebuah group Facebook Jogo Suroboyo. Dalam postingan tersebut, Afiff mengupload foto dengan caption "Info terkini. 2 orang jambret ketangkap sebelah Pom Manyar Kertoarjo. Barang kali ada yang tahu kronologinya, "tulis Aliff. Sementara itu, kasus kejahatan 3C juga terjadi di wilayah Hukum Polsek Sukolilo. Dalam sepekan, Polsek Sukolilo sudah mendapatkan tiga laporan aksi kejahatan. "Dua pembobolan rumah dan satu penjambretan, "kata Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin. Kepada Surabaya Pagi, mantan Kanit Reskrim Polsek Tegalsari ini mengatakan penyebab meningkatnya aksi kejahatan tersebut memang dipicu dari sepinya kondisi saat wabah covid 19 merebah di Kota Surabaya. Selain jalanan sepi dan rumah yang ditinggal pemiliknya pulang ke kampung halaman, menurutnya banyaknya pengangguran akibat pemecatan dari pekerjaan membuat para pelaku nekat untuk memenuhi kebutuhan hidup. "Banyak pengangguran yang dipecat karena dampak covid 19. Selain itu, nara pidana yang bebas, ada yang kembali melakukan aksinya. Dari hasil penylidikan, ada terduga pelaku pembobolan rumah itu adalah napi nyang sudah bebas karena dapat asimilasi covid 19," Tutup Abidin. (Jem)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru