SURABAYAPAGI, Malang - Pasca satu pegawai Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang meninggal setelah terkonfirmasi positif Covid-19, kantorpun mulai ditutup dan dikosongkan sampai batas waktu yang belum ditentukan, Rabu (13/10/2020).
"Jadi satu yang meninggal dunia, sudah dilakukan tracing. Tapi, karena beberapa hari tidak ngantor setelah diswab tidak ada. Kemarin, sudah saya perintahkan untuk dikosongkan dahulu " ungkap Wali Kota Malang Sutiaji.
Baca juga: Sesuai Raperda, Kota Malang Tetapkan Tata Kelola Parkir Gunakan Skema Bagi Hasil
Wali Kota menjelaskan, bahwa pasien yang meninggal memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Dan pasien tersebut sudah meminta izin untuk tidak masuk kerja waktu itu.
"Sakitnya sudah lama, jadi sudah izin tak masuk kerja, izin lagi, karena sakitnya itu informasi terakhir meninggal Covid-19 atau tidak belum tahu. Kita masih menunggu hasil swab," terang Sutiaji.
Menurut Sutiaji, langkah menutup aktivitas dan layanan di kantor Dinsos-P3AP2K Kota Malang sebagai langkah dini mencegah sebaran virus Covid-19.
"Daripada kita lengah, kemarin sudah saya minta lakukan rapid test dan sterilisasi ruang kerja. Dari sekitar 80 sampai 100 orang jalani rapid test, hasilnya non reaktif," papar Sutiaji.
Baca juga: Terkendala Masalah Teknis, Truk Sampah Keropos di Kota Malang Tetap Beroperasi - Berceceran di Jalan
Sementara itu dari pihak Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif mengungkapkan, bahwa pegawai dinsos yang meninggal berjenis kelamin laki-laki dengan usia sekitar 50 tahun masih dalam rekam medik untuk mengetahui penyakit bawaannya.
“Pegawai yang meninggal pria berusia sekitar 50 tahun. Komorbidnya apa? Kita belum terima laporannya," beber Husnul.
Untuk langkah pencegahan dari sebaran virus selanjutnya sudah dilakukan dengan penyemprotan desinfektan di seluruh ruang kerja Dinsos-P3AP2K Kota Malang.
Baca juga: Bulan Ramadhan 2026 Jadi Berkah Cuan Pengusaha Kue Kering di Kota Malang
"Sterilisasi sudah dilakukan dengan penyemprotan desinfektan. Termasuk tracing dengan melakukan rapid test," pungkas Husnul. Dsy10
Editor : Redaksi