SURABAYAPAGI, Surabaya - Pelaku bisnis di sentra wisata kuliner Krembangan Surabaya mengalami penurunan pendapatan selama pandemi covid-19.
Bu Milenia, salah satu penjual mengaku, lapaknya selalu sepi pengunjung pasca covid-19 masuk ke Indonesia.
Baca juga: Promosikan Sepatu dan Kuliner Lokal, Wali Kota Ning Ita Kunjungi PGS
"Ya mulai Maret itu sudah ada tanda-tanda sepi, semakin kesini malah sepi sekali mas," kata Milenia saat ditemui di sentra kuliner Krembangan Surabaya, Senin (14/12/2020).
Bu Milenia sendiri menjual aneka minuman dan sate khas Madura. Saat kondisi normal, pendapatan sehari rata-rata di angka Rp.400 ribu hingga Rp.500 ribu. Namun pasca pandemi, berkurang di kisaran Rp.100 ribu hingga Rp.200 ribu per hari.
Baca juga: Verwood Hotel Sajikan 50 Menu Autentik 'Indonesia Middle East Bazaar' Sambut Ramadhan 2025
"Tapi (pendapatan) itu tidak pasti mas, kadang ya hanya 50 ribu," katanya.
Hal serupa juga dikeluhkan oleh Bu Nyai Robiatun. Ia mengaku kesusahan dalam manajemen keuangan selama pandemi berlangsung.
Baca juga: Thailand Dimasuki Dana TikTok Rp 61 Triliun
"Pendapatannya kurang, tapi setiap bulan harus bayar (sewa lapak) ke pemkot 500 ribu," kata Nyai Robiatun
"Jadi kita kesusahan bagi (uangnya) seperti apa," tambahnya.sem
Editor : Mariana Setiawati