PDF Al Hidayah, Singgahan Gelar Ujian Akhir Standar Nasional Pertama

surabayapagi.com
Suasana saag para santriwati PDF Al Hidayah mengerjakan soal ujian.

SURABAYAPAGI, Tuban-  Sebanyak 104 santri- santriwati Pendidikan Diniyah Formal (PDF) ikuti Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional atau UAPDFBN yang dikenal dengan istilah Imtihan Wathoni (IW).

Bertempat di Gedung PDF Al- Hidayah, di Desa Lajo Lor, Kecamatan Singgahan, Tuban, sejumlah 77 santri- santriwati tingkat Wustho/SMP sederat dan 33 santri di jenjang Ulya/SMA sederat, mengerjakan UAPDFBN dengan terdiri dalam beberapa mata pelajaran seperti Tafsir bahasa arab, Hadist, Nahwu-Sharf dan Fiqih.

Kepala PDF Wustho, Sirojul Umam, mengatakan, kesemua siswa- siswi PDF tersebut, sebelumnya telah mengikuti kegiatan pembelajaran dan pengajaran selama tiga tahun di kelas PDF.

"Peserta didik sebelumnya telah mengikuti kegiatan kelas PDF selama 3 tahun. Kemudian siswa ikut ujian akhir pendidikan di PDF," kata ustadz Umam atau Mundir istilah lain dalam jabatan kepala sekolah di lembaga pendidikan basis pesantren.

Senada dengan Ustadz Umam, Mundir PDF Ulya Al Hidayah, Nur Khozin, mengatakan bahwa Imtihan Wathani atau IW merupakan Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional. Dimana surat tanda kelulusan dari pendidikan PDF setara dan di akui Nasional.

"Ya IW ini merupakan bagain Ujian Nasional peserta didik PDF yang nantinya ijazah atau surat tanda kelulusannya dapat diakui secara Nasional," jelasnya

Disamping itu, Gus Khozin sapaan pendek pria lulusan ponpes MUS Sarang Rembang Jawa Tengah itu, menerangkan, bahwa lahirnya jenjang pendidikan PDF merupakan bentuk ikhtiar besar bidang pendidikan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren atau PD-Pontren dari Kementerian Agama RI untuk memajukan pendidikan di lingkungan pesantren di mulai tingkat Wustho/ SMP sederajat dan PDF Ulya SMA/sederajat. Kemudian dapat dilanjutkan ke Mahad Aly atau Perguruan Tinggi.

"Alhamdulillah, kegiatan belajar dan mengajar di PDF Al Hidayah sudah berjalan tiga tahun. Lalu di susul berdirinya dua PDF di lembaga pesantren lain, Tarbiyatul Ulum di Rengel dan Al Islah di kecamatan Soko juga membuka PDF," tambahnya.

Dalam pelaksanaan ujian yang juga dihadiri pengawas wilayah Kakanwil Kemenag Jatim, Febora Eko Puji Sismayanto bersama Winuhoro Hanum Bhawono Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Gus Khozin menambahkan, jika saat ini sudah terdapat tiga pendidikan PDF di Kabupaten Tuban, yang berdiri untuk kegiatan pendidikan berbasis Pesantren.

"Kami berharap, setelah lulus PDF ini siswa - siswi dapat melanjutkan pendidikan ke Mahad Aly atau Perguruan Tinggi." pungkasnya. Her

Editor : Aril Darullah

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru