SURABAYAPAGI.com, Gresik - Kali Lamong yang semula sempat surut kini meluap kembali karena intensitas hujan yang deras. Akibat luapan tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.
Menurut Kepala BPBD Gresik, Tarso Soegito, tujuh desa yang terkena dampak banjir Kali Lamong, diantaranya, Desa Wotansari dimana ada 19 rumah terendam serta 25 hektar area persawahan gagal panen. Hal serupa terjadi di Desa Balongpanggang. Rumah warga yang terendam 75 unit, dan jalan lingkungan terendam sepanjang 1.500 meter.
Baca juga: Demokrat Gresik Kecam Pencatutan Nama AHY dalam Isu Program MBG, Siap Dukung Langkah Hukum
Selanjutnya Desa Pucung, tinggi genangan air akibat banjir mencapai 50 centimeter yang membuat 29 hektar sawah tergenang banjir. Berikutnya Desa Banjaragung, di desa ini ada 100 rumah milik warga tergenang, dan 25 hektar sawah juga gagal panen.
Kondis yang paling parah terjadi di Desa Sekarputih. Ketinggian air yang mencapai 75 centimeter menyebabkan 195 rumah warga tergenang banjir. Demikian halnya di Desa Klotok dan Desa Kedungpring. Puluhan rumah warga juga terkena dari dampak melupanya Kali Lamong.
Baca juga: Bupati Gresik Dorong SPPG Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan
“Penyebab meluapnya Kali Lamong karena sejak kemarin hujan lebat. Sehingga, sungai tersebut tak mampu menampung air hujan, dan debit air yang semakin tinggi akhirnya meluber ke rumah warga, jalan lingkungan desa serta areal persawahan,” ujarnya, Senin (15/03/2021).
Terkait dengan kejadian banjir ini lanjut Tarso, juga menyebabkan kerugian materiil. Pasalnya, jalan lingkungan desa mengalami kerusakan. Arel pertanian diperkirakan gagal panen, dan ratusan rumah warga terendam. Dsy11
Baca juga: Wisuda Lintas Generasi di Desa Pongangan, Bukti Komitmen Membangun Ketahanan Keluarga
Editor : Redaksi