SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III saat ini tengah membahas terkait penggunaan alat deteksi Covid-19 berbasis embusan napas atau GeNose C19.
"Itu untuk sementara lagi kita kaji dan diajukan ke kantor pusat terkait penggunaan GeNose," kata Deputi Manager Umum dan Humas Pelindo III Regional Jawa Timur, Rendy Fendy kepada reporter Surabaya Pagi, Rabu (24/02/2021) kemarin
Baca juga: Polda Jatim Temukan Puluhan Pengunjung Positif Narkoba, Terbanyak di Station Club
Penggunaan alat tes karya tim peneliti Universitas Gajah Mada (UGM) kata Rendy, sangat efektif bila digunakan di pelabuhan khususnya di Pelabuhan Tanjung Perak.
"Kita ajukan untuk memakai GeNose karena itu lebih cepat, lebih murah, jadi lebih efisien," katanya
Saat dikonfirmasi terkait kapan akan diterapkan, Ia mengaku dalam waktu dekat sembari menunggu hasil kajian bersama dengan kantor pusat.
Baca juga: Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan
"Insyalah secepatnya, karena pemakaian GeNose itu tadi harus melalui beberapa pertimbangan yang kita rapatkan bersama. Tapi saya rasa, sebulan atau dua bulanlah itu sudah bisa (diterpkan)," aku Rendy.
Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah melakukan pertemuan dengan Menko Marves, Menko PMK dan peneliti dari UGM guna membahas regulasi terkait penggunaan GeNose di Pelabuhan.
Baca juga: Warga Lidah Wetan Surabaya Terpaksa Mandi Pakai Air Galon Imbas PDAM Mampet Berhari-hari
Tak hanya itu, Budi Karya Sumadi juga meminta agar Dirjen Perhubungan Laut mempersiapkan mekanisme dan prosedur standar operasi serta menyesuaikan dengan regulasi yang ada.
Rencananya pada April 2021 mendatang, penggunaan GeNose mulai diterapkan di Pelabuhan Tanjung Periok Jakarta. Sem
Editor : Redaksi