SURABAYAPAGI,Surabaya - Tahun baru akan segera datang, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi, menegaskan Jatim siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) seperti diagendakan pemerintah pusat pada Juli 2021.
Sebelumnya, Jatim telah memulai uji coba pembelajaran tatap muka sejak Agustus 2020. Menurut Wahid, uji coba itu berjalan lancar.
Baca juga: Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia
“Kapasitasnya dari bulan ke bulan kami tingkatkan. Maka pada Juli 2021 kami harap pembelajaran tatap muka di Indonesia, termasuk di Jatim, sudah siap sejak sekarang,” kata Wahid, kemarin.
Tinggal empat daerah di Jatim yang belum menggelar pembelajaran tatap muka. Khususnya untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB. Antara lain Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kota Surabaya, dan Kota Malang.
“Karena bupati/wali kotanya belum mengeluarkan rekomendasi. Syaratnya, harus ada rekomendasi dari bupati/wali kota dan dari satuan tugas penanganan Covid-19 kabupaten/kota,” ujar Wahid.
Baca juga: Bikin Viral, Desain Rumah 2 Lantai Setipis Tisu Tak Lazim di Tengah Kota Surabaya
Aturan PTM di Jatim tetap sama. Yakni memiliki sarana dan prasarana serta SOP protokol kesehatan. Selain itu, pembatasan jumlah siswa di kelas antara 25 sampai 50 persen.
Terkait durasi, pembelajaran tatap muka hanya digelar tiga jam. Artinya, setelah selesai proses belajar mengajar, siswa harus langsung pulang. Nantinya untuk kantin sekolah juga harus ditutup.
Baca juga: Tetap Hidup Bersama Panasnya Surabaya, Kisah Teknisi AC Berjuang di Tengah Kondisi Ekonomi Sekarang
Jadi di kelas itu hanya boleh ada 9 sampai 18 siswa.
Sebelum pandemi normalnya ada 36 siswa, tapi selama PTM dyengah pandemi ini hanya boleh 9 sampai 18 siswa. “Dan Guru tidak boleh keliling saat mengajar. Jadi hanya boleh di tempat dan tetap menjaga jarak dengan siswa,” ujar Wahid.na
Editor : Mariana Setiawati