ANALISA BERITA

Vaksin Berbayar itu Tidak Etis

surabayapagi.com
Tulus Abadi Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Vaksin berbayar itu tidak etis, di tengah pandemi yang sedang mengganas. Oleh karena itu, vaksin berbayar harus ditolak

Menurut saya, kebijakan ini bisa jadi hanya akan makin membuat masyarakat malas untuk melakukan vaksinasi. Saya melihat, untuk vaksin gratis saja sejauh ini masih banyak masyarakat yang enggan melakukannya, apalagi vaksin berbayar. 

Baca juga: Lebih 50% BUMN Merugi, Erick Masih Dianggap Terbaik....

Saya menilai, vakin berbayar ini juga akan membingungkan masyarakat. Mengapa ada vaksin berbayar, dan ada vaksin gratis. Dari sisi komunikasi publik sangat jelek.

Vaksin berbayar juga bisa menimbulkan ketidakpercayaan pada masyarakat. Saya mengkhawatirkan munculnya anggapan bahwa vaksin berbayar memiliki kualitas yang lebih baik, sedangkan yang gratis dianggap berkualitas buruk.

Baca juga: Tahun 2025, Lebih 50% Perusahaan BUMN Merugi

Di banyak negara, masyarakat yang mau divaksinasi Covid-19 justru diberi hadiah oleh pemerintahnya. Langkah tersebut dimaksudkan agar semakin banyak warga negaranya yang mau divaksin. Ini seharusnya bisa menjadi contoh. 

Oleh karena itu, YLKI mendesak agar VGR berbayar untuk kategori individu dibatalkan. Kembalikan pada kebijakan semula, yang membayar adalah pihak perusahaan, bukan individual. (Dikatakan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, Senin 12 Juli 2021)

Baca juga: Dua Perusahaan Asuransi BUMN Kembang Kempis

 

 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru