SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Seorang pemuka agama di Banyuwangi meninggal dunia saat tengah menjalani isolasi mandiri. Warga kecamatan Licin itu kondisinya tiba-tiba memburuk dan meninggal dunia di rumahnya sebelum mendapatkan perawatan medis.
Kepala Desa Tamansari, Rizal Saputra, membenarkan hal tersebut. Warganya menjalani isolasi mandiri selama 3 hari di rumahnya. Namun kondisinya tiba-tiba memburuk hingga akhirnya nyawanya tak tertolong.
Baca juga: Ratusan Pengemudi Becak Listrik Program Bantuan Prabowo Bakal Terima Pembinaan
"Meninggal Rabu (14/7) malam. Beliaunya isolasi mandiri (karena COVID-19). Pagi ini dimakamkan," kata Rizal kepada wartawan.
Sebelumnya, pasien beserta keluarganya dinyatakan positif COVID-19 usai menjalani tracing kontak erat. Karena tak menunjukkan gejala alias OTG (Orang tanpa gejala), pasien akhirnya menjalani isolasi mandiri di rumahnya.
Namun pada Rabu malam, kondisi pasien mulai memburuk. Sayang pasien tidak sempat mendapat perawatan medis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumahnya.
Baca juga: Berkah Libur Isra Miraj 2026, Omzet UMKM di Banyuwangi Ikut Melonjak
"Sempat mengalami sesak. Keluarga sempat menghubungi petugas kesehatan puskesmas. Namun, pas nyampai di sana yang bersangkutan sudah meninggal. Tidak sempat tertolong," imbuhnya.
Warga yang datang melayat tidak diperkenankan masuk untuk melihat jenazah sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19. Tampak sejumlah petugas kesehatan datang untuk melakukan pemulasaraan jenazah pasien COVID-19. Jenazah kemudian disalatkan terlebih dahulu di masjid dekat rumahnya sebagai penghormatan terakhir.
Baca juga: Pesona Pantai Pulau Santen, Getah Pohonnya Dipercaya Ampuh Obati Mata Merah Akibat Air Laut
Usai disalatkan, jenazah langsung dibawa ambulans untuk dikebumikan di makam keluarga yang berada di Pondok Pesantren Miftahul Huda. Warga yang mengantarkan jenazah hanya diperkenankan menyaksikan pemakaman dari kejauhan.
Editor : Moch Ilham