Stres Berlarut Akibat Pandemi Picu Insomnia

surabayapagi.com
Stres dapat menyebabkan sulit tidur (insomnia). SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pandemi Covid-19 tidak hanya mengganggu pola mata pencaharian masyarakat, namun efek berkepanjangan dari pandemi Covid-19 juga membuat banyak orang mengalami stress hingga sulit tidur (insomnia).

Bukan berarti orang-orang yang bekerja dari rumah atau work from home bisa terbebas sama sekali dari stres. Banyak orangtua harus membantu anak-anak mereka sekolah dari rumah selama masa krisis ini. Menghabiskan waktu yang panjang dengan keluarga selama di rumah saja juga bisa menyebabkan stres. 

Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus

Masalah keuangan sebagai salah satu dampak yang paling terasa akibat pandemi corona juga menjadi faktor umum yang menyebabkan banyak orang mengalami stres dan khawatir yang lebih tinggi dari biasanya. Selain itu, akibat kurang tidur ini, akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga mudah terpapar virus.

Dokter PKSM Psikiatri RSUP Sanglah, dr. Friska mengatakan insomnia atau kesulitan tidur bisa menjadi suatu penyakit jika berlangsung terus menerus. "Pada masa pandemi ini, insomnia merupakan keluhan psikologis yang banyak dialami oleh masyarakat," jelasnya, Minggu (8/8/2021).

Baca juga: Tekan Penyebaran Wabah DBD, Pemkab Bangkalan Gencar Berantas Sarang Nyamuk

Hal ini disebabkan oleh tingkat stres dan kecemasan yang semakin tinggi. Baik itu itu kecemasan akan kesehatan diri sendiri atau orang-orang disekitarnya, apalagi bagi mereka yang masih harus bekerja di luar rumah. 

Untuk mengatasi masalah sulit tidur ini, dr. Friska mengatakan ada beberapa tips yang bisa dilakukan, mulai dari mengatur dan menjaga jadwal tidur yang teratur. Tidur setidaknya selama 7 jam setiap malam dengan pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk pada akhir pekan dan hari libur.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Wabah PMK, Pemkab Madiun Gercep Periksa Kesehatan Ternak

Selain itu, bisa juga melakukan melakukan beberapa rutinitas yang bisa membantu untuk lebih mudah untuk tidur, mulai dari berendam di dalam air hangat yang menenangkan, membaca buku, mendengarkan musik yang tenang atau suara alam, melakukan meditasi singkat atau yoga. 

Aktivitas makan sebelum tidur dikatakan dr. Friska juga perlu diperhatikan, supaya bisa segera tidur, sebaiknya menghindari akvitas makan berat beberapa jam sebelum tidur. "Selanjutnya adalah menghindari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan cokelat di sore hari untuk menghindari rangsangan ekstra yang bisa membuat tidak bisa tidur," tambahnya. Dsy14

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru