SURABAYAPAGI, Surabaya - Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim, dr Dodo Anando mengatakan, sejak awal Agustus, 50% Tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Timur sudah menjalani vaksin COVID-19 Moderna.
Ia pun mengungkapkan efek samping atau kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) yang dirasakan disebut lebih berat dibanding saat vaksin Sinovac. "Vaksin Moderna sudah jalan se-Jatim sudah 50-60%," kata dr Dodo Anando, Senin (16/8/2021).
Baca juga: Prioritaskan Balita dan Lansia, Bupati Ipuk Terjunkan Nakes Layani Warga Terdampak Pascabanjir
Dodo mengatakan, ada beberapa laporan efek samping usai vaksin Moderna. Namun, tidak ada laporan KIPI berat. "Nakes panas yang jelas itu, demam ada yang sampai 38-39⁰C. Kalau 39⁰C kita perlu perhatian itu. Tapi hari kedua, ketiga sudah turun, aman," ujarnya.
Baca juga: Menkes akan Berangkatkan 600 Nakes ke Sumatera, Minta Prabowo yang Lepas
Menurut Dodo, rerata efek demam dan tubuh menggigil selalu berbarengan dialami para nakes. "Terus bekas suntikannya kemeng, jarem itu tangan kalau digerakkan sakit di tangan atas yang benjol. Laporan lagi dari yang demam, badannya rasanya sakit semua, dipegang nyeri. Orang kalau demam kan seperti itu," jelasnya.
Baca juga: Penuhi Kebutuhan Nakes, Pemkot Surabaya Siap Membuka Akademi Perawat
Selain itu, nakes yang sudah divaksin moderna ada yang merasakan tuduhnya lemas, meriang dan nyeri menjadi satu. Meski begitu efek samping yang dirasakan nakes tidak menimbulkan efek berat. "Memang greges, nyeri dan sebagainya itu lebih berat dari pada waktu disuntik sinovac. Tapi, kita lihat efikasinya 90% lebih bagus. Selama ini belum ada laporan KIPI yang efeknya berat," pungkasnya.sb4/na
Editor : Mariana Setiawati