SURABAYAPAGI, Surabaya - Seorang siswa SD di Surabaya terkorfirmasi positif Covid-19. Temuan ini didapatkan setelah dilakukan tes swab secara acak yang dilakukan Pemkot sebagai bentuk antisipasi klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Hal ini pun diakui langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Namun, setelah ditelusuri siswa ini teryata baru dari luar kota dan baru pertama kali mau masuk sekolah.
Baca juga: Arif Fathoni: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Rayakan Hari Jadi kota Surabaya
“Jadi, bukan yang sudah melakukan PTM selama ini,” kata Eri, kemarin.
Menurutnya, setiap hari di sekolah dilakukan tes secara acak, dari setiap kelas diambil beberapa siswa, dan ternyata tadi ditemukan ada satu siswa yang positif.
"Tes ini penting dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dalam pelaksanaan PTM," sambungnya.
Dia berharap orang tua murid atau wali murid di Surabaya untuk selalu menjaga putra putrinya.
Baca juga: Lewat HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Komitmen Perkuat Sektor ‘Medical Tourism’
"Sama-sama menjaga antara wali murid dengan gurunya kalau kita mau terus melakukan PTM,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi menegaskan tidak ada klaster yang terjadi dari PTM jenjang SMA/SMK atau SLB di wilayahnya.
Laporan dari para Kepala Cabang Dinas Pendidikan se-Jatim untuk SMA/SMK SLB di Jatim aman dari klaster COVID-19 sekolah," ucapnya.
Baca juga: Pasca Surabaya Vaganza 2026, DLH Catat 16 Dump Truck Angkut Sampah Pasca Parade
Wahid mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan PTM jenjang SMA/SMK atau SLB yang berjalan 22 hari untuk mengantisipasi adanya klaster Covid-19.
"SMA/SMK atau SLB telah 100 persen PTM. Untuk evaluasi, yang pertama sekolah melakukan hybrid learning, perpaduan antara tatap muka dan daring," katanya.sb3/na
Editor : Mariana Setiawati