SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dengan kenaikan harga BBM ini tentu bakal makin memberatkan masyarakat. Dalam hal ini Menurut Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya AH. Thony menjadi opsi untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi. Adanya kenaikan harga BBM juga menjadi skema pemerintah untuk makin mendorong masyarakat untuk beralih ke moda transportasi massal.
Bahkan, dengan kenaikan BBM ini Pemerintah juga bisa menaikkan pamor kendaraan listrik. Namun Masalahnya, kesanggupan masyarakat untuk membeli kendaraan listrik yang harganya masih melangit.
Baca juga: Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu, Warga Tetap Antre BBM Meski Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan
Menurut AH. Thony, sebaiknya Pemerintah membuat kluster atau zonasi di tiap daerah diperlukan untuk menekan jumlah kendaraan yang beredar di jalan. Tak hanya di bidang pendidikan dengan adanya sistem zonasi, tapi juga ekonomi.
Baca juga: Isu Kenaikan Harga BBM Per April Picu Kepanikan, Warga Pilih isi Full Tank
“Dua hingga tiga kecamatan dijadikan satu distrik atau kluster. Masyarakat di wilayah sana dipekerjakan saja di daerah sana, tak perlu keluar daerah.
Baca juga: Viral Truk Bawa Sampah Berserakan, DLH Surabaya: Armada Pengangkut Wajib Tertutup dan Laik Jalan
Thony melanjutkan, dimana kegiatan ekonomi masyarakat bisa terpusat di masing-masing distrik " Jadi, siklus ekonominya berputar disana. Ini bisa mengurangi kemacetan dan peredaran kendaraan di jalan,” ungkap Thony. Alq
Editor : Moch Ilham