SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Tepis pemberitaan terkait SMAN I Sumenep yang diduga melakukan pungutan uang kepada sejumlah siswa yang melibatkan komite sekolah, akhirnya di urai.
Menurut Novel, pengembangan sarana prasarana pendidikan itu memang sudah didanai oleh pemerintah prov. Jawa timur, baik menggunakan dana APBD prov. Jatim atau Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Baca juga: Pemkab Sumenep Siapkan Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar
Bentuk bantuan tersebut, kita gunakan sesuai dengan SOP yang ada, jadi jelas penggunaannya, makanya saya kaget, pada saat ada pemberitaan yang menuding jika di sekolah ada pungutan yang melibatkan Komite, dalam pemberitaan tersebut tak ada penjelasan Komite atau Kepala Sekolah.
"Ironis, sebuah berita yang tidak berimbang selayaknya jangan di posting agar tidak menimbulkan fitnah dan kebencian, sebab, itu adalah virus negatif yang menyesatkan banyak orang"
Baca juga: Sapa Bansos Jatim Hadir di Slopeng, Khofifah dan Wabup Sumenep Pastikan Layanan Menyentuh Warga
Diakui Komite, setiap tahun mata pelajaran sekolah, Komite mengadakan temu para wali siswa, kemudian dijelaskan bahwa, sekolah memiliki program membangun masjid di halaman belakang, maka diperlukan kesadaran sukarelawan dan partisipasi para wali siswa seikhlasnya berbagi. Ungkapnya
"Jadi saya jelaskan, bahwa tanah yang di bangun Masjid sekolah itu didapat dari Komite sekolah, tidak menggunakan dana sekolah, jadi murni bantuan dari sukarelawan dari banyak kalangan"
Baca juga: Bupati Sumenep : Kepastian Hukum Penyusunan RDTR Dukung Pembangunan Daerah
Makanya saat ini pembangunan Masjid sekolah itu membutuhkan banyak anggaran, dan anggaran itu tidak didapat dari bantuan APBD Prov. Jatim, dan juga tidak menggunakan Dana sekolah. AR
Editor : Moch Ilham