SURABAYAPAGI.com, Jember - Cuaca di musim kemarau di tahun ini terbilang ekstrem. Namun, justru momen tersebut membawa berkah tersendiri untuk rumah produksi es batu kristal di Jember yang kini mengalami peningkatan permintaan hingga dua kali lipat.
Di cuaca panas kali ini, produksi es batu kristal di Jember bahkan mampu memproduksi hingga 1.700 kantong dari 800 kantong dalam kondisi normal. Permintaan tinggi, produksi dilakukan 24 jam dan menambah tenaga kerja akibat tingginya permintaan dari konsumen.
Baca juga: Heboh! Warga Temukan Ular Sanca 3 Meter Berkeliaran di Makam Kota Pasuruan
Salah satunya rumah produksi es batu kristal milik Erwin Zulkarnaen, Warga Jl dr Soetomo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, jember, permintaan meningkat dua kali lipat.
"Dalam kondisi normal, produksi es batu kristal hanya sebanyak 800 kantong, saat ini mencapai 1.700 kantong es batu kristal dengan berat 5 kilogram setiap kantong, " kata Erwin, Jumat (27/10/2023).
Menurut Erwin, Permintaan es batu kristal tak hanya berasal dari wilayah kota jember tetap juga dari sejumlah kota sekitar seperti Bondowoso, Situbondo bahkan Banyuwangi.
Baca juga: Dalam Waktu Singkat, Pelaku Pelemparan Batu KA Jayakarta Berhasil Dibekuk Petugas
"Untuk memenuhi Orderan tersebut proses produksi es batu kristal dilakukan selama 24 jam penuh dari proses produksi normal yang hanya 12 jam, untuk memenuhi permintaan kafe, restoran maupun kedai penjual es, " jlentreh Erwin.
Erwin sempat kewalahan dengan tingginya permintaan, sehingga harus menambah jumlah karyawan, yang biasanya hanya 10 orang saat menjadi 16 orang dengan pembagian sistem pembagian waktu kerja, hari libur/tanggal merah tetap masuk libur bergantian.
Baca juga: Viral! Sejumlah Kuda di Wisata Bromo Disulap Bak Unicorn Warna-warni, Kena Cibiran Netizen!
Diketahui, setiap kantong es batu kristal miliknya dijual dengan harga 5 ribu rupiah dengan sistem kirim langsung ke pemesan. Setiap hari omset dari produksi es batu kristal mencapai 8 hingga 9 juta per hari.
Cuaca panas ekstrem di wilayah kabupaten jember diperkirakan akan terjadi hingga bulan desember nanti. jbr-01/dsy
Editor : Desy Ayu