SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Sebanyak belasan ribu ekor ayam milik Khavid (42), peternak asal Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi tiba-tiba mati serentak pada pada Selasa (07/11/2023) sore akibat pemadaman listrik.
Padahal ayam-ayam tersebut sebentar lagi siap untuk dipanen. Diketahui pemadaman listrik tersebut terjadi selama 5 jam sehingga belasan ribu ekor ayam miliknya mati karena listrik untuk memutar blower padam.
Baca juga: Permintaan Sapi di Ngawi Melonjak hingga 15 Persen Jelang Idul Adha 2026
Khavid menuduh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang memadamkan aliran listrik tanpa pemberitahuan di awal. Dirinya dan sejumlah kru kandang sudah berupaya menyalakan blower menggunakan akan genset namun tak bisa menyelamatkan seluruh ayamnya.
Baca juga: Raup Ratusan Juta, Pemuda di Ngawi Banting Setir dari Montir Jadi Petani Milenial
Imbas kematian ayam-ayamnya itu, dirinya pun merugi hingga ratusan juta dan akhirnya mengundang para peternak ikan lele untuk mengambil ayam mati itu ke kandang untuk dijadikan pakan.
“Karena listrik padam tanpa pemberitahuan. Total ayam kami yang mati 12 ribu ekor. Ya sebagian kami kubur. Total kerugian Rp500 juta. Ini kami laporkan ke mitra kami. Biar mitra kami yang berurusan dengan PLN,” kata Khavid, Rabu (08/11/2023).
Baca juga: Masih Jadi Favorit Wisatawan, Kunjungan Destinasi Wisata Ngawi Tembus 93 Ribu Orang
Sebagai informasi, pemadam listrik yang terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi dikarenakan imbas salah satu gardu yang terbakar. ngw-01/dsy
Editor : Desy Ayu