SURABAYAPAGI. COM, Jombang - Menjelang berakhirnya masa kontrak rehabilitasi trotoar dan drainase jalan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Kabupaten Jombang kini tengah dalam sorotan.
Ini lantaran, proyek Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang yang dikerjakan PT Renis Rimba Jaya dengan anggaran Rp 3,2 miliar akan berakhir pada 23 November 2023 sesuai kontrak.
Baca juga: Permintaan Sarung Tenun Goyor Jombang Melonjak di Momen Musim Haji 2026
Pantauan di lokasi pada Rabu (22/11/2023), nampak sejumlah pekerja tengah fokus memasang lantai dari batu alam di bagian depan stadion Merdeka Jombang.
Pekerjaan nampak di fokuskan pada pengerjaan di bagian sisi barat. Itu pun belum sepenuhnya selesai. Sementara trotoar sepanjang depan Gedung Olahraga hingga kampus Undar baru mulai pemasangan lampu. Nampak material lantai dan semen yang masih berserakan ditumpuk.
Meski tiang lampu hias sudah nampak dipasang semua, tetapi bagian lantai, tempat tanaman nampak belum selesai dan beberapa bagian masih terlihat berantakan.
Baca juga: Harga Minyak Melambung Tinggi, Sentra Perajin Tahu di Jombang Ikut Meringis
Informasi yang diterima media ini, para pekerja yang dipekerjakan pada proyek rehabilitasi trotoar dan drainase di jalan Gus Dur Jombang, diduga merupakan pekerja salah satu proyek yang juga dikerjakan oleh kontraktor trotoar. Lantaran, di proyek satunya belum ada pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja lebih. Mereka "diboyong" untuk mengerjakan proyek Dinas Perumahan dan Pemukiman karena masa kontrak akan segera berakhir pada 23 November 2023.
Hingga Rabu (22/11/2023) satu hari jelang berakhirnya kontrak, progres pengerjaan masih sekitar 73 persen.
Meski berat tuntas sesuai skedul, Dinas Perkumpulan Jombang mengaku masih ada waktu mengejar deviasi. "Mereka lembur terus, agar bisa mengejar ketertinggalan atau minusnya. Kita hargai itu," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim Jombang Sri Rahayu, Rabu (22/11/2023).
Baca juga: Musim Panen Raya Pertama, Ratusan Hektare Sawah di Jombang Alami Puso
Untuk saat ini kontraktor proyek pembangunan rehabilitasi trotoar dan drainase jalan Gus Dur, dikatakan perempuan yang akrab disapa Yayuk, mengejar ketertinggalan dengan melakukan pemasangan lantai.
"Sekarang mengejar pengerjaan lantai. Materialnya sudah ada semua di lokasi," pungkasnya. Sarep
Editor : Moch Ilham