SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Produsen mobil listrik asal China, GAC Aion bakal menyiapkan strateginya untuk mengakselerasi pasar di dalam negeri adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan atau fleet. Adapun pasar B2B (Business and Business) yang hendak disasar oleh GAC Aion ialah ride hailing (Gojek atau Grab) dan taksi.
"Bisa dilihat di Guangzhou, banyak taksi dan ride hailing pakai Aion. Kita sangat kuat di model bisnis ini. Seperti yang diketahui kami memiliki posisi ketiga tertinggi di dunia untuk penjualan BEV. Brand kami mulai tahun lalu telah melakukan ekspor, dan kami mulai memasuki pasar Thailand dan Indonesia," jelas Vice President Aion Indonesia, Qin Bangshu, Jumat (31/05/2024).
Baca juga: Motor Listrik Tanah Air 'ALVA' Kampanyekan 'Tenang Menuju Kemenangan' Jelang Ramadan
Ia mengakui, untuk melancarkan strategi itu pihak GAC Aion akan menghadirkan unit atau model khusus, salah satunya Hyper HT. Namun, Qin masih enggan menjelaskan secara rinci terkait hal ini.
Baca juga: Hanya dalam 3 Hari, Honda Prelude Seharga Nyaris 1 Miliar Ludes Terjual
Dirinya hanya bisa memastikan bahwa langkah yang akan dilakukan GAC Aion akan strategis dan sesuai dengan kebutuhan pasar. "Tetapi saya rasa, B2C (retail sales) itu sekitar 70 persen. 30 persen lainnya dari B2B dari total penjualan kami," tutupnya.
Sebagai informasi, GAC AION memiliki produksi baterainya sendiri. Hal tersebut menjadi nilai tambah lain yang dapat menguntungkan konsumen di Indonesia. Di samping itu, seluruh produknya dikembangkan secara khusus untuk BEV bukan peralihan dari mobil konvensional alias Internal Combustion Engie (ICE).
Baca juga: Xpeng Gandeng Voltron Resmikan Stasiun Pengisian Baterai Ultra Cepat Pertama di Tanah Air
Pada tahap awal, beberapa produk yang hendak diluncurkan di pasar dalam negeri ialah GAC Aion Y Plus dan Hyper HT. Hanya saja dirinya belum mau bicara lebih jauh mengenai hal tersebut. jk-06/dsy
Editor : Desy Ayu