SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo menggelar musyawarah desa (Musdes) Rembuk Stating tahun di pendopo kantor desa setempat.
"Pelaksanaan Musdes Rembuk Stating berjalan lancar dan sukses. Semoga program yang kita rancang ini dapat kita laksanakan di tahun depan," ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Mulyodadi, Marwiya, saat ditemui Surabaya Pagi, di kantornya, Selasa (04/06/2024)
Baca juga: Pemkab Lumajang Sediakan Rumah Singgah Gratis Bagi Pasien Rujukan ke Surabaya
Dia mengatakan, kegiatan Rembuk Stunting itu dihadiri Plt Camat Wonoayu, pendamping desa, bidan desa, pemerintah desa dan lembaga desa, Bhabinkamtibmas, para kader dan tokoh masyarakat yang berlangsung sukses.
"Kegiatan yang kami laksanakan ini sangat serius. Ini dalam upaya mengatasi stunting generasi anak kami di masa akan datang," ujarnya.
Menurutnya, rembuk stunting ini adalah momen musyawarah desa untuk membicarakan bagaimana mengurangi risiko stunting pada anak usia balita di Desa Mulyodadi.
Baca juga: Ketua DPRD Sidoarjo Apresiasi BPC HIPMI Sidoarjo Bangun Sinergi Ekonomi Lokal
Sementara itu, Plt Camat Wonoayu, Imam Mukri Afandi, menyampaikan percepatan dan pencegahan stunting ini melalui kegiatan rembuk stunting desa, akan bisa menghasilkan program-program yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 nanti.
"Rembuk stunting ini merupakan kelanjutan dari rembuk stunting tahun lalu," kata Imam Mukri Alfandi.
Baca juga: Vaksinasi Haji di Surabaya Capai 98 Persen, Ditarget Tuntas Sebelum Keberangkatan ke Tanah Suci
Selaku bidan desa, Masfufah, memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemdes Mulyodadi, lembaga desa, para kader, tokoh masyarakat yang sudah melaksanakan kegiatan peduli penurunan risiko stunting.
"Melalui rumah posko berisiko stunting desa selama ini, kami berharap bisa mengurangi risiko stunting pada anak usia balita," ungkapnya. zam/jum
Editor : Desy Ayu