SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dipimpin Budi Kanang Sulistyo mendatangi DPW PAN Jawa Timur, Selasa malam (04/06/2024). Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Rizki Sadig menerima langsung kunjungan spesial ini.
Dalam pertemuan tertutup, Kedua parpol ini mematangkan rencana koalisi di Pemilihan kepala daerah baik Provinsi maupun kabupaten/kota. Termasuk membahas tentang kecocokan dua parpol ini di setiap daerah.
Baca juga: Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati
Budi ‘Kanang’ Sulistyo Wakil Ketua DPD PDI-P Jawa Timur mengatakan pertemuan ini bukan yang pertama. Sebelumnya Ketua DPD PDI-P Jatim Said Abdullah sudah bertemu beberapa kali, salah satunya menjadi satu satunya parpol yang hadir di Rakorda PAN Jatim Mei lalu.
“Ini menindaklanjuti hasil Rakernas, agar kita membangun komunikasi dengan partai lain untuk Pilkada ini, karena kita baru saja menghadapi pilpres yang berdarah darah dan pileg yang Pileg yang menjengkelkan,” ujar Kanang, Selasa (04/06/2024).
Mantan Bupati Ngawi dua periode ini mengatakan, pilkada serentak adalah kerja politik bagi semua partai di tahun 2024 ini. Termasuk didalamnya PDI-P dan PAN. Untuk itu, perlu ada pemetaan model kerjasama di daerah mengingat di Jawa Timur ini memiliki 38 kabupaten/kota. Dalam hal ini tentu PDI-P menawarkan kalau bisa tidak usah tempur. Tinggal dicermati, Pilkada daerah mana yang PDI-P targetkan dan mana yang PAN targetkan.
“Ayo kita bicara. kita ini baru saja tempur berdarah darah di pemilu legislatif kemarin, setelah itu ayo kita tata bareng dan kalau bisa pilkada ini aklamasi saja,” cetus Kanang.
Di momen pilkada ini, lanjut Kanang, sebaiknya tidak perlu latah untuk berambisi maju semua. Ia lantas membagikan pengalamannya ketika berlaga di Pilkada Ngawi dua periode lalu.
“Saya mengalami pilkada itu kesel. Apalagi ini sekarang dilatarbelakangi pileg pilpres. Intinya mari kita tata dengan baik, tidak saling menang sendiri, nah inilah motivasi kita kenapa memilih PAN pertama kita kunjungi,” paparnya.
Terkait target di pilgub maupun pilkada kabupaten Kota, Kanang menjelaskan segala kemungkinan masih bisa terjadi. Nanti akan bersama ditentukan PDI-P punya target berapa dan PAN punya target berapa.
“Kalaupun ada di kabupaten/kota PAN dan PDI-P ini harus tempur ya tidak apa-apa yang penting damai-damai saja,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Riski Sadig kembali menegaskan bahwa politik jelang pilkada itu sangat dinamis. Salah satunya adalah melalui pertemuan ini tentu juga membicarakan finalisasi pilgub. Selama belum ada janur kuning (resmi daftar di KPU) maka segala kemungkinan masih bisa terjadi.
Baca juga: PDIP Bergeser dari Isu Politik ke Lingkungan
Walaupun belum lama ini PAN baru saja memberikan dukungan resmi kepada pasangan Khofifah-Emil Dardak untuk periode kedua. “Seperti yang kita sampaikan, tentu akan kita lihat dalam peerjalanan nanti bagaimana, karena yang paling final itu adalah (dukungan) yang diserahkan di KPU. jadi masih banyak hal yang bisa terjadi,” terang anggota DPR RI ini.
Bagi PAN dan PDI-P, kata RIski, dari pertemuan ini akan saling mengukur peran apa yang bisa dilakukan kerjasama janga panjang. PAN Jatim menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada PDI-P sebagai partai pertama datang.
“Betul, PDI-P intens komunikasi dengan PAN. maka dari itu kita menyebut, betapa pentingnya posisi PDI-P di Hati Partai Amanat Nasional,” ucap Riski Sadig.
Pertemuan bertajuk silaturahmi dan kerjasama Partai Politik PAN-PDI Perjuangan dalam pilkada serentak 2024 itu berlangsung gayeng. KEdua parpol bahkan melangsungkan diskusi panjang hingga larut malam. Dari DPD PDI-P selain Budi Kanang Sulistyo juga hadir Sri Untari (Sekretaris), Wara Sundari Renny Pramana (Bendahara), Deny Wicasksono (wakil Ketua) dan Hari Yulianto (Wakil KEtua). Sedangkan dari DPW PAN Jatim, Ahmad Riski Sadig didampingi Husnul Aqib (Sekretaris), Heri Romadhon (Bendahara), Abdullah Abu Bakar (Wakil Ketua), Ahmad Rubaie, Zainul Lutfi, M Azis, Candra HP Kusuma dan banyak lagi. rko
Editor : Desy Ayu