SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Kondisi penjualan hewan kurban di Pasar Hewan Kedondong, Nganjuk, Jawa Timur tengah lesu lantaran sepinya pembeli, padahal saat ini sedang musim-musim nya Hari Raya Idul Adha.
Pedagang sapi di Pasar Hewan Kedondong, Santoso (58) mengungkap jika Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Saat ini penjualan sapi di pasar relatif lesu. Hal ini terlihat dengan sedikitnya pengunjung di Pasar Hewan Kedondong.
Baca juga: Pertengahan November 2025, Jembatan Kutorejo Nganjuk Siap Difungsikan
“Sampai hari ini masih sepi pembeli padahal Idul Adha makin dekat. Dua minggu ini, saya hanya jual seekor sapi. Padahal, biasanya lima ekor sapi,” keluh Santoso, Senin (10/06/2024).
Sama halnya dengan penjualan sapi kurban juga sepi pembeli. Padahal saat ini sudah tidak ada wabah PMK yang merajalela. “Entah kenapa kok sepi ya,” ujarnya heran ujar pedagang sapi asal Desa Semare, Kecamatan Berbek, Santoso.
Baca juga: Warga Nganjuk Digegerkan Fenomena Penemuan Sumber Minyak, Kades: Sudah Ada Sejak Zaman Belanda
Mereka berharap, pembeli akan berdatangan ke pasar sapi terbesar di Nganjuk tersebut. Sehingga, sapi kurban yang dijual pedagang di sana bisa laku keras. “Mudah-mudahan minggu depan laris,” harapnya.
Diketahui, untuk harga sapi, Santoso juga mengaku tidak mengalami perubahan. Seekor sapi simental dijual dengan harga Rp 20 juta-Rp 30 juta.
Baca juga: Air Terjun Roro Kuning, Hadirkan Efek Relaksasi Alami di Lereng Gunung Wilis
Para pedagang hewan kurban menduga sepinya pembeli kambing kurban karena Idul Adha bertepatan dengan tahun ajaran baru. Sehingga, masyarakat memilih menggunakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan sekolah putra-putrinya.
“Banyak yang menolak saat saya tawari kambing kurban karena alasan uangnya untuk bayar sekolah dulu,” sambung Thukul Hariyanto, pedagang kambing kurban di Desa Babadan, Kecamatan Pace. ngj-01/dsy
Editor : Desy Ayu