SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo menggelar musyawarah desa (Musdes) Rembug Stating tahun 2024 di pendopo kantor desa setempat. Kegiatan itu dihadiri pendamping desa, lembaga desa, BPD, RT, RW, kader PKK, kader kesehatan dan bidan desa setempat.
"Pelaksanaan Musdes Rembug Stating berjalan lancar dan sukses. Semoga program yang kita rancang ini dapat kita laksanakan di tahun depan," ujar Kades Sawocangkring, Nursio, saat ditemui Surabaya Pagi, di kantornya, Senin (10/06/2024)
Baca juga: Pemkab Lumajang Sediakan Rumah Singgah Gratis Bagi Pasien Rujukan ke Surabaya
Dia mengatakan, musdes rembug stunting ini adalah momen musyawarah desa untuk membicarakan bagaimana mengurangi risiko stunting pada anak usia balita di desa setempat.
"Kegiatan yang kami laksanakan ini sangat serius. Ini dalam upaya mengatasi stunting generasi anak kami di masa akan datang," ujarnya.
Baca juga: Ketua DPRD Sidoarjo Apresiasi BPC HIPMI Sidoarjo Bangun Sinergi Ekonomi Lokal
Sementara itu, pendamping desa, Aliman Khusnu, menyampaikan percepatan dan pencegahan stunting ini melalui kegiatan rembuk stunting desa, akan bisa menghasilkan program-program yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 nanti.
"Rembug stunting ini merupakan kelanjutan dari rembug stunting tahun lalu," katanya.
Baca juga: Vaksinasi Haji di Surabaya Capai 98 Persen, Ditarget Tuntas Sebelum Keberangkatan ke Tanah Suci
Selaku bidan desa setempat, Tri Agustin, memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemdes Sawocangkring, lembaga desa, para kader, tokoh masyarakat yang sudah melaksanakan kegiatan peduli penurunan risiko stunting.
"Melalui rumah posko berisiko stunting desa selama ini, kami berharap bisa mengurangi risiko stunting pada anak usia balita," paparnya. zam/jum
Editor : Desy Ayu