Lindungi Industri Lokal

Turki Kenakan Tarif Pajak 40% untuk Produsen Kendaraan China

surabayapagi.com
Ilustrasi. Produsen pabrikan otomotif asal China. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Turki akan mengeluarkan tarif sebesar 40 persen untuk kendaraan-kendaraan produsen asal minimal US$7.000 per unit kendaraan dan mulai berlaku per 7 Juli. Aturan ini telah disetujui melalui Keputusan Presiden dalam Berita Resmi Negara.  

"Tarif tambahan akan dikenakan pada impor kendaraan penumpang konvensional dan hibrida dari Tiongkok untuk meningkatkan dan melindungi penurunan pangsa produksi domestik," kata Kementerian Perdagangan Turki, Selasa (11/06/2024).

Baca juga: Limited Edition Hanya Ada 2.000 Unit, Honda Luncurkan Honda Air Blade 125 Special Marvel 'Spider-Man dan Venom'

Dengan masifnya perkembangan kendaraan yang berasal dari China, produsen otomotif dari negara tersebut sedang menemukan berbagai tekanan dari berbagai belahan dunia.

Tidak hanya Turki, tekanan juga datang dari Komisi Eropa. Dikabarkan mereka juga akan melakukan hal yang serupa dengan Turki, Meski begitu, pihaknya masih mempertimbangkan hal tersebut bagi produsen kendaraan asal China.

Baca juga: Hanya Diproduksi 500 Unit, Honda Rilis SH150i Special Edition HRC 2026

Alasan berbagai negara mengatur hal itu dikarenakan, adanya sektor yang disubsidi secara besar-besaran oleh pemerintah China, dan sebagai hasilnya, kendaraan listrik China yang diimpor lebih murah dan perlahan-lahan akan menggantikan produksi lokal.

Sehingga dengan adanya kebijakan tersebut dilakukan guna melindungi produksi dalam negeri dan juga untuk memperbaiki defisit negara sebesar 45,2 miliar dolar AS dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca juga: Pendistribusian Dimulai Bertahap, Pemesanan Toyota Veloz Hybrid Tembus 6.500 Unit

Sebagaimana diketahui, China menghadapi tekanan perdagangan yang meningkat di seluruh dunia atas pertumbuhan ekspor kendaraan listriknya, yang diklaim banyak negara sedang disubsidi secara besar-besaran oleh Beijing untuk mendukung ekonominya yang terseok.  

Alhasil, Amerika Serikat mulai meningkatkan tarif impor barang dari China, termasuk kendaraan hingga komoditas lainnya. Tak hanya itu, Uni Eropa diperkirakan akan mengumumkan tarif tambahan untuk importasi dari China pada pekan depan. jk-03/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru