SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini berdasarkan pernyataan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), pihaknya akan menyudahi untuk produksi (suntik mati) salah satu produk andalannya, Suzuki Ignis setelah tujuh tahun mengarungi pasar Indonesia.
Pasalnya, status crossover mungil tersebut untuk per Juli 2024, Ignis tak lagi didatangkan dari negara pembuatnya India dan keputusan ini disebutnya sesuai dengan strategi perusahaan.
Baca juga: Motor Adventure KLE500 Makin Tangguh, Cocok untuk Touring di Medan Berat
"Iya, Ignis sudah discontinue dari market Indonesia. Alasannya sesuai dengan rencana korporasi kami yang secara bertahap akan lebih fokus ke produk elektrifikasi seperti XL7 hybrid dan Ertiga hybrid," terang 4W Marketing Director PT SIS, Harold Donnel, Jumat (12/07/2024).
Lebih lanjut, langkah tersebut untuk memperkuat keberadaan model-model buatan dalam negeri, yang mana hingga kini PT SIS memproduksi dua model kendaraan penumpang seperti Ertiga dan XL7. Serta, kendaraan komersial berupa Carry.
Sebagai informasi, Ignis debut pertama di Tanah Air pada April 2017 silam. Kala itu, pabrikan menghadirkan tiga varian dengan banderol mulai Rp 139,5 juta untuk tipe GL M/T. Lainnya, tipe GX M/T harganya Rp 159,5 juta dan GX AGS Rp 169,5 juta.
Baca juga: Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat
Disebut crossover karena Ignis punya profil dimensi yang cukup unik. Misalnya, ground clearance 180 mm, atau lebih tinggi 10 mm dibandingkan Honda CR-V yaitu 170 mm. Selain itu, ia juga punya tread 1.460 mm di depan dan 1.470 mm di belakang.
Sementara panjangnya 3.700 mm, dengan lebar 1.660 mm (GX: 1.690), serta tinggi 1.595 mm, plus jarak sumbu roda 2.435 mm. Sektor kaki-kaki disematkan dengan penggunaan velg 15-inci dengan ukuran ban 175/65.
Baca juga: Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin
Suzuki Ignis memang sudah lama terkenal sebagai salah satu mobil terjangkau kaya fitur. Sebut saja, lampu proyektor LED lengkap dengan DRL hingga engine push start stop button, headlamp levelling, AC digital, head unit layar sentuh, panel meter kombinasi analog dan digital.
Sedangkan untuk aspek sumber tenaga mengandalkan mesin K12M berkubikasi 1.197 cc dengan output 81 dk di 6.000 rpm dan torsi maksimum 113 Nm di putaran 4.200 rpm. Dikawinkan dengan transmisi manual dan AGS 5-percepatan. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu