SURABAYAPAGI.com, Malang - Harga cabai rawit di di Pasar Kepanjen, Malang, Jawa Timur mengalami kenaikan yang cenderung fluktuasi dan sudah tembus Rp 68 ribu per satu kilogram, sejak pekan lalu.
Lutfi, salah satu pedagang sayur di Pasar Kepanjen, mengungkap harga cabai rawit tertinggi terjadi pada Kamis (18/07/2024) lalu yakni mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga cabai rawit hanya berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram.
Baca juga: Dipicu Faktor Global, Harga Cabai Rawit di Tuban Tembus Rp65 Ribu per Kg
“Setelah harga Rp 80 ribu per satu kilogram kemarin, terus turun sedikit demi sedikit, sejak Jumat harga turun menjadi Rp 75 ribu. Sedangkan Sabtu kemarin jadi 69 ribu,” ucap Lutfi, Minggu (21/07/2024).
Kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi adanya musim kemarau yang ekstrem. Kemudian, banyak petani yang terancam gagal panen karena tumbuhannya kering.
Baca juga: Jaga Suplai dan Stok Cabai, TPID Kota Madiun Perkuat Kerjasama Antardaerah
Sehingga, dengan berkurangnya produktivitas cabai rawit dapat menyebabkan harga melambungnya di pasaran. “Mahal karena barangnya memang agak sulit. Ada barang, tapi belinya rebutan di distributor,” tambahnya.
Sementara itu, tak hanya cabai rawit, akan tetapi sejumlah jenis sayur lainnya juga mengalami kenaikan harga. Seperti sawi putih, kubis hingga brokoli. Sedangkan, untuk cabai merah besar maupun cabai keriting cenderung normal.
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Jombang Tembus hingga Rp100.000 per Kg Pasca Idul Adha
“Kalau cabai merah besar tetap harganya Rp 28 ribu per kilogram. Kalau sayur sawi putih yang sebelumnya Rp 18 ribu sekarang turun menjadi Rp 15 ribu,” tutupnya. ml-01/dsy
Editor : Desy Ayu