SURABAYAPAGI.com, probolinggo - Tradisi unik masyarakat Kota Probolinggo, yakni Kerapan Sapi Brujul, mencuri perhatian dunia internasional. Bahkan, telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sejak 2019.
Uniknya, tidak hanya menjadi perhelatan budaya yang menarik, acara ini juga berhasil mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal, terutama perhotelan dan pariwisata.
Baca juga: Lewat KEN 2026, Kemenekraf Catat Festival Jaranan Trenggalek Resmi Diakui Nasional
Event tersebut juga dipenuhi oleh sekitar 220 fotografer dari 23 negara yang tergabung dalam komunitas Photography Society of America (PSA). Kehadiran fotografer internasional ini membawa dampak signifikan bagi ekonomi lokal. Pasalnya, foto tersebut membantu promosi wisata Kota Probolinggo di kancah dunia.
Baca juga: Musim Haji, Warga Probolinggo Gelar Tradisi ‘Ngater Kajien’ Pakai Perahu Hias
“Dengan adanya tamu sejumlah 220 orang, okupansi hotel di Kota Probolinggo penuh. Ini menunjukkan potensi besar event budaya dalam mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi,” ungkap Kepala Dispopar, Rahmadeta Antariksa, Selasa (30/07/2024).
Lebih lanjut, dengan memasukkan Kerapan Sapi Brujul ke dalam kalender tahunan destinasi wisata, Pemerintah Kota Probolinggo berharap dapat terus meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Baca juga: Mojotirto Festival 2026: Ritual Sakral Pelestarian Air dan Penguatan Identitas Budaya Kota Mojokerto
Sehingga, tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga bisa menjadi ikon budaya yang mampu menghubungkan Probolinggo dengan dunia, sekaligus mendorong dan menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi lokal. pr-01/dsy
Editor : Desy Ayu