Produk Camilan Unik Bonggol Pisang di Malang Laris Manis, Cuma Rp 10 Ribuan

surabayapagi.com
Salah satu produksi olahan bonggol pisang khas malang yang jadi camilan unik favorit banyak konsumen. SP/ MLG

SURABAYAPAGI.com, Malang - Banyak orang yang selalu membuang bonggol pisang lantaran dianggap tidak bisa dikonsumsi lagi. Namun nyatanya bonggol pisang tersebut dapat diolah kembali menjadi produk camilan renyah dan gurih hingga omzetnya pun meraup cuan berlimpah.

Di tangan ibu rumah tangga, Ika Wulandari warga asal Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang mampu menyulap bonggol pisang menjadi makanan yang renyah dan gurih hingga meraup cuan dari hasil penjualan.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Trate Takjil Market Volume 4 Libatkan 130 UMKM dan Resmikan Outlet Trate Rasa

Dalam mengolah produk camilan tersebut, Ika pun hanya belajar secara otodidak dengan menggunakan dua jenis jantung pisang yakni jenis pisang kepok dan klutuk lantaran aman untuk diolah dan rasanya juga pas.

"Ternyata renyah, setelah berbagai cara dilakukan ternyata enak juga rasanya. Awalnya hambar, setelah itu saya coba berikan resep hingga hasilnya gurih," ucapnya, Kamis (01/08/2024).

Baca juga: Selama Ramadhan, SPPG Kota Malang Ganti MBG dengan Makanan Kering

Untuk membuat produk keripik bonggol pisang, Ika pun tak banyak mengalami kesulitan. Untuk satu pohon pisang berukuran sedang ia bisa menghasilkan enam hingga hampir tujuh kilogram keripik bonggol pisang.

"Bahan dasarnya gedebok, kemudian tepung terigu dan tepung beras. Lalu, penyedap rasa, garam dan bubuk baking soda serta minyak untuk menggoreng," tambah Ika.

Baca juga: Peternak Malang Diimbau Waspada Risiko Wabah PMK di Musim Hujan yang Tak Tentu

Sebelum digoreng, gedebok pisang diiris tipis. Kemudian, dimarinasi menggunakan air garam dan bubuk bawang putih. Untuk membuat renyah, perlu ditambahkan balok es batu saat merendam gedebok pisangnya. Cara menggorengnya tak membutuhkan waktu yang cukup lama, hanya sekitar 10 menit dengan api berukuran sedang.

"Satu pack kami banderol dengan harga Rp 10 ribu dengan berat 100 gram," tuturnya. ml-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru