SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pabrik pupuk organik lokal produksi Kecamatan Wadung, Banyuwangi, Jawa Timur menorehkan catatan penjualan positif. Pupuk organik yang diberi nama genderuwo ini masuk ke pasar Jawa Tengah dan Lampung.
Eko produsen pupuk menyatakan masih mengirim dalam jumlah kecil sebagai upaya untuk merubah perilaku petani dari kimia ke organik. Ia berharap ada upaya edukasi lebih masif untuk meningkatkan penyerapan pupuk organik di Banyuwangi.
Baca juga: Petrokimia Gresik Dorong UMKM Naik Kelas Lewat PetroNite Fest 2026
"Kiriman pertama ke Sumatra masih tahap pengenalan, kalau ke luar daerah secara keseluruhan per 3 bulan masih 1-2 ton," terang Eko, Jumat (06/09/2024).
Padahal, menurut Eko, dengan menggunakan pupuk organik tersebut petani bisa menghemat kebutuhan pupuk hingga 75%. Setiap satu hektar lahan pertanian hanya perlu menghabiskan biaya di kisaran Rp. 1,6 juta.
Baca juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Madiun Gelar Lomba Kreasi Jajan Khas
"Satu hektar itu bisa hanya Rp 1,6 juta, kalau seperempat itu hanya sekitar Rp 300an ribu untuk pupuknya," terang Eko.
Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani mengaku bangga dan berharap pupuk tersebut dapat dikembangkan dengan bersinergi bersama Dinas Pertanian. Pihaknya berharap, keberadaan pupuk organik bisa menjadi jalan keluar atas kesulitan pupuk yang kerap dihadapi oleh kelompok tani non subsidi.
Baca juga: Lewat Ajang AIS 2025, Pemkot Prioritaskan Pelaku Usaha Warga Asli Surabaya
"Seperti yang saya sampaikan tadi, nanti bisa dengan Dinas Pertanian. Kita ada program jagoan tani nanti bisa kolaborasi untuk menularkan ilmu dan pengetahuan juga disana," tegas Ipuk.
"Saya berharap bisa membantu petani-petani yang khususnya non subsidi ya. Seperti petani buah naga, jeruk dan lainnya itu bisa menggunakan pupuk ini," imbuhnya. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu