Kelangkaan Gas LPG 3 Kg, Warga di Jombang Terpaksa Pakai Kayu Bakar

surabayapagi.com
Ilustrasi. Warga di Jombang memasak menggunakan kayu bakar. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Warga di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang dilanda kelangkaan stok LPG 3 kilogram (kg), sehingga mau tidak mau warga pun terpaksa kembali menggunakan kayu bakar sebagai alternatif untuk memasak.

Salah satunya menimpa Muhasonah (50) yang mengungkap jika langkanya LPG 3 kg membuatnya harus beralih menggunakan kayu bakar, ketimbang harus menunggu LPG 3 kilogram stok nya kembali stabil, lantaran menunggu waktu yang lama dan tidak pasti.

Baca juga: Serangan Kasus Hama Kresek Naik di Awal Musim Tanam, Petani di Jombang Ketar-ketir

"Gas LPG memang sekarang langka. Kalaupun ada pasti harganya mahal. Daripada harus menunggu stoknya stabil, saya lebih baik memakai kayu bakar saja," ucapnya, Senin (07/10/2024).

Lebih lanjut, dirinya mengaku sudah melakukan hal tersebut, memasak menggunakan kayu bakar beberapa hari terakhir. Hal itu lantaran karena langkanya LPG 3 kilogram di daerah tempat tinggalnya.

Baca juga: Heboh! Warga Temukan Ular Sanca 3 Meter Berkeliaran di Makam Kota Pasuruan

"Kalau tidak masak, suami sama anak-anak saya mau makan apa. Harus pintar-pintar mengakali sekarang ini, apalagi LPG lagi langka," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, kelangkaan tabung gas LPG ukuran 3 kg di Kabupaten Jombang, terjadi di pangkalan LPG 3 kilogram Maftuh Amin di Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Jombang sejak Jumat (04/10/2024).

Baca juga: Dalam Waktu Singkat, Pelaku Pelemparan Batu KA Jayakarta Berhasil Dibekuk Petugas

Lalu, di pangkalan LPG 3 kilogram yang letaknya berada di Jalan A. Yani desa setempat itu sudah hampir satu Minggu lamanya kekurangan stok LPG melon hijau muda tersebut. Padahal, setiap harinya stok LPG bisa mencapai ratusan. Namun, di pangkalan hanya menyetok 30 stok, sisanya dititipkan ke masyarakat sekitar.

“Biasanya disini selalu di pasok satu Minggu dua sampai tiga kali pasok. Tapi karena sekarang sudah mulai langka, jadinya hanya di pasok satu minggu sekali saja," ungkap Alfi Nur Rohmawati (24), salah satu pekerja di pangkalan LPG. jb-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru