Budidaya Pisang Cavendish di Mojokerto, Omzetnya Capai 90 Juta per Bulan

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petani pisang cavendish di Mojokerto. SP/ MJK

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Petani pisang cavendish di Desa Gading, Jatirejo, Mojokerto mulai ketiban cuan melimpah. Pasalnya, dalam 1 hektar kebun yang disewa dari warga setempat dengan berisi 2.000 pohon pisang cavendish tersebut bisa panen hingga 2 kali dalam sebulan.

Keuntungan tersebut membuat petani yang membudidayakan komoditas itu juga meraup untung hingga Rp 90 juta/ bulan. "Panen setiap 2 minggu biasanya dapat 200-300 Kg pisang cavendish," terang Ketua BUMDes Sumber Makmur Abadi Muhammad Irwan, Minggu (27/10/2024).

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD

Sedangkan, pisang cavendish di kampung ini dibanderol Rp 6.000/Kg atau Rp 80.000 per tandan isi 8-9 sisir. "Omzet sekali panen bersih Rp 10-15 juta per kwintal. Tinggal dikalikan saja," ungkapnya.

Baca juga: Gelar Sarasehan di Mojokerto, Diskominfo dan Dewan Provinsi Jatim Tanamkan Kearifan Lokal Era Digital

Lebih lanjut, hasil panen tersebut biasa dibeli warga lokal untuk langsung dikonsumsi atau diolah kembali. Terdapat 3 UMKM di Desa Gading yang mengolah pisang cavendish menjadi keripik dan kue bolu.

Irwan menjelaskan, Dengan pengairan dan pemupukan yang bagus, setiap pohon siap dipanen pada umur 8 bulan. Pupuknya menggunakan kompos dan kandang. "Kalau air dan pupuknya bagus, setiap pohon bisa tahan sampai 5 tahun. Setelah itu harus ganti bibit," jelasnya.

Baca juga: Difitnah Ibu-ibu Lecehkan Siswi SD, Kini Penjual Dawet di Mojokerto Takut Jualan

"Musim kemarau menurun bobotnya karena kami kekurangan air. Kalau musim hujan 1 tandan isi 7 sisir bobotnya sampai 20 Kg, musim kemarau cuma 12-13 kilogram," tandasnya. mj-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru