SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dalam waktu hanya dua hari saja lahan jagung seluas 3,5 hektare, yang tinggal 2 Minggu lagi siap dipanen udes diserang hama tikus.
Tragedi ini menimpa petani Desa Bakungtemenggung Kecamatan Balongbendo dengan kerugian akibat serangan hama tikus ini ditaksir mencapai Rp30 juta lebih.
Baca juga: Momentum Lebaran Ketupat: Perajin Tempe Sidoarjo Banjir Pesanan, Produksi Ditingkatkan 2 Kali Lipat
Panen jagung diperkirakan tinggal dua minggu lagi, tapi dalam dua hari saja, semua tanaman habis diserang tikus. Tidak ada yang tersisa,” ungkap Indra, Kamis (19/12), dengan nada kecewa.
Lahan yang merupakan tanah kas desa ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 35 ton jagung kering dengan nilai jual Rp140 juta (Rp4.000 per kilogram). Namun, serangan hama tikus menghancurkan seluruh hasil panen yang diharapkan, sementara dana yang dikua sudah Rp30 jutaan lebih.
Baca juga: Wangi Kaki Ibu dan Pelukan Kampung Halaman Warnai Riswanda Berlibur di Hari Raya Idulfitri 1447 H
Serangan hama tikus ini juga menjadi keprihatinan Kades Bakung temenggungan Abu Dawud sebelumnya ia menyarankan agar petani melakukan pola tanam serentak untuk mengendalikan hama tikus agar serangan hama tidak terfokus pada satu lahan saja dan kemungkinan untuk musim penghujan ini memang kurang cocok untuk jagung untuk mengurangi risiko serangan hama tikus. “Dengan menanam serentak, tikus tidak akan terfokus pada satu sumber makanan,” ujarnya.
Sementara itu Supriyani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan pembekalan pengendalian hama terpadu dan memasang rumah burung hantu untuk mengendalikan populasi tikus. Namun, ia menekankan pentingnya kekompakan antarpetani dalam menerapkan strategi ini.
Baca juga: Dedi Irwansyah Dorong Hasil Pajak Kendaraan Bermotor 30% Untuk Bangun Jalan Desa
“Kami berharap petani bisa lebih kompak. Tanam serentak adalah langkah penting agar tikus tidak menyerang satu lokasi saja. Ini perlu didukung oleh sinergi antara petani dan pemerintah,” ujarnya. Hdk/hik
Editor : Desy Ayu