SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang secara resmi melakukan penutupan aktivitas di 10 pasar hewan guna menekan penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus meluas, selama 14 hari dimulai pada 19 Januari 2025 sampai 1 Februari 2025.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan penyebaran penyakit PMK selain dengan digencarkannya vaksinasi massal. Diketahui, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang juga akan memprioritaskan vaksinasi massal untuk sapi. "Kami telah menerima bantuan vaksinasi dari pemerintah pusat sebanyak 7.050 dosis.
Baca juga: Hadapi Anomali Cuaca, Dinas Pertanian Jombang Rekomendasi Teknis Petani Tembakau
Sedangkan, adanya peraturan penutupan seluruh Pasar Hewan di lingkup Jombang sesuai dengan surat edaran dari PJ Bupati Jombang Nomor: 100.3.4.2/26/415.29/2025 tertanggal 18 Januari 2025 yang mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan dini terhadap peningkatan kasus penyakit hewan menular strategis (PHMS).
”Penutupan ini bertujuan untuk menekan tingkat penularan PMK di Kabupaten Jombang. Kami menghimbau kepada peternak dan masyarakat untuk aktif melaporkan kasus atau dugaan PMK serta penyakit hewan menular lainnya,” jelas Plt Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moch Saleh, Senin (20/01/2025).
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Jombang Tembus hingga Rp100.000 per Kg Pasca Idul Adha
Saleh menambahkan bahwa sosialisasi penutupan pasar hewan telah dilakukan kepada semua pihak yang terlibat. "Alhamdulillah, semua pihak mendukung langkah Dinas Peternakan Jombang untuk menekan penyebaran wabah PMK pada ternak sapi," ungkapnya.
Selain itu, Dinas Peternakan Jombang bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang, serta pengelola pasar hewan terkait akan melakukan pembersihan dan desinfeksi di seluruh lokasi pasar hewan selama penutupan sementara.
Baca juga: Sejumlah Harga Bapok di Jombang Alami Kenaikan Jelang Idul Adha 2026
Sebagai informasi, hingga saat ini jumlah hewan ternak yang terjangkit PMK terus bertambah. Tercatat sebanyak 835 ekor sapi di Kabupaten Jombang terjangkit PMK, dengan 26 ekor mati, 80 terpaksa dipotong, sembuh 245 ekor, dan 484 ekor masih dalam kondisi sakit/proses pengobatan. Dengan langkah cepat dan terkoordinasi ini, diharapkan wabah PMK dapat segera teratasi. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu