Atlet Pencak Silat Surabaya Uji Tanding dengan Timnas Malaysia Jelang Porprov Jatim 2025

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya – Sebanyak lima atlet pencak silat dari tim nasional Malaysia menjalani latih tanding melawan atlet-atlet Surabaya dalam sebuah pertandingan persahabatan yang digelar di Surabaya, Sabtu (19/4/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas teknik dan mematangkan persiapan menjelang berbagai ajang olahraga bergengsi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur dan ASEAN Games di Vietnam.

Baca juga: Pelantikan H. Anang Siswandoko Obor Semangat IPSI Raih Prestasi Gemilang

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur, Bambang Haryo Soekantono (BHS), menyatakan bahwa pertandingan ini bukan sekadar ajang unjuk kekuatan, melainkan sarana untuk bertukar pengalaman dan ilmu teknik antar kedua tim.

“Ini adalah pertandingan persahabatan untuk saling memberikan masukan teknik sehingga bisa meningkatkan kualitas bertanding atlet dari kedua belah pihak,” ujar BHS saat menyaksikan langsung pertandingan.

Bagi atlet silat Surabaya, uji tanding ini menjadi bagian dari persiapan menjelang Porprov Jatim 2025 yang akan digelar pada Juni mendatang. IPSI Surabaya menargetkan meraih tujuh medali emas dalam ajang tersebut, meningkat dari capaian sebelumnya yang memperoleh enam medali emas.

Baca juga: Menuju Porprov 2027 dan PON 2028, IPSI Jatim Mantapkan Pembinaan Organisasi untuk Dongkrak Prestasi

BHS mengaku bangga karena atlet Surabaya mampu mengimbangi permainan dari para atlet Malaysia yang sudah berpengalaman di level dunia.

“Ini bekal luar biasa. Para atlet Surabaya bisa merasakan langsung bagaimana melawan juara dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer tim pencak silat Malaysia, Zaidan bin Mohd Isa, menekankan bahwa fokus utama pertandingan adalah pada penguatan teknik hasil latihan selama berada di Indonesia.

Baca juga: Kemenparekraf dan DPR Dorong Komersialisasi Kuliner Lewat Pelatihan di Surabaya

“Kami di sini bukan untuk mengejar kemenangan. Fokus kami adalah pertukaran teknik. Dua minggu kami berlatih di Indonesia dan pertandingan ini menjadi momen menerapkan jurus-jurus baru,” kata Zaidan.

Selain menjadi ajang pemanasan sebelum mengikuti kejuaraan di Singapura dan ASEAN Games, kegiatan ini juga mempererat hubungan kedua negara melalui olahraga tradisional. Pencak silat sebagai warisan budaya dinilai mampu menjadi media pemersatu generasi muda lintas negara. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru