SURABAYAPAGI.com, Magetan - Melihat fenomena masih banyak ditemukannya masyarakat yang memasak lontong menggunakan plastik membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan ikut geram.
Pasalnya, memasak lontong dengan plastik dapat berisiko bagi kesehatan karena makanan panas yang dibungkus plastik dapat terkontaminasi oleh bahan kimia berbahaya dalam plastik.
Baca juga: Percepat ORI Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Upaya Jemput Bola ke Rumah Warga
Hal itu karena, adanya pertukaran kimia antara plastik dan makanan lebih maksimal saat dalam keadaan panas, yang bisa berbahaya bagi kesehatan mulai gangguan reproduksi dan kesuburan, Kanker serta Gangguan kesehatan lainnya karena Plastik mengandung berbagai senyawa kimia, seperti Bisphenol A (BPA).
Sehingga, Disbudpar Magetan menggelar sosialisasi terkait larangan penggunaan plastik pada proses pemasakan kelontong pelengkap sajian Sate di kawasan wisata Telaga Sarangan. Hal itu juga sebagai salah satu upaya layanan terbaik untuk wisatawan terus dilakukan Disbudpar Magetan.
”Secara umum nanti kami harus bersama dengan Dinas Kesehatan, Disperindag dan yang lainnya untuk melakukan edukasi tentang bagaimana menciptakan layanan yang baik, seperti selama ini kan wajib mencantumkan harga, kemudian dinas kesehatan terkait dengan higienisnya dan dari segi kesehatan itu akan kami lakukan edukasi lah,” ungkap Eka Raditya, Jumat (25/04/2025).
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan, dr Rohmat Hidayat, mengatakan untuk menyikapi penggunaan bahan plastik pada proses memasak pihaknya memastikan akan melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat khususnya pedagang mamin.
Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus
”Ya kita akan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam proses pengolahan, penyajian atau penyajiannya jangan sampai seperti itu,” jelas Kadinkes Magetan. mg-01/dsy
Editor : Desy Ayu