Jelang Idul Adha, Jasa Salon Sapi di Tulungagung Banjir Permintaan

surabayapagi.com
Pelaku usaha jasa salon sapi melakukan perapian tanduk sapi dengan cara diserut menggunakan pisau di Pasar Hewan Terpadu (PHT) Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, pemilik usaha jasa salon sapi di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur kebanjiran permintaan. 

Salah satu pelaku usaha ini adalah Nurohman (58), menurutnya setiap hari pasaran Pahing di Pasar Hewan Terpadu (PHT) Tulungagung, layanan salon sapi ramai dikunjungi. 

Baca juga: Lahan Tebu Seluas 1,4 Hektare di Tulungagung Terbakar Gegara Kotoran Manusia

Sedangkan untuk layanan yang diberikan adalah potong kuku sapi dan mempercantik tanduk sapi. "Masing-masing sudah jalan sendiri. Jadi masing-masing menerima orderan," ucap Nurohman, Minggu (01/06/2025).

Lebih lanjut, Nurohman mengaku, di hari pasaran biasa menerima 7-10 permintaan salon sapi. Namun menjelang Idul Adha seperti saat ini, permintaan melonjak menjadi 15 ekor sapi.

Selain di pasar hewan, ia juga memberikan layanan salon sapi panggilan. Sementara terkait tarif untuk potong kuku sapi Rp 40.000 per ekor, sementara untuk mempercantik tanduk Rp 50.000 per ekor. 

Baca juga: Anggarkan Rp6-8 Miliar, Pemkab Tulungagung Percepat Perbaikan 43 Sekolah Rusak

"Kalau panggilan, dari kandang-ke kandang. Upahnya biasanya Rp 100.000 per ekor," ungkapnya. 

Di satu kesempatan, salah satu pedagang sapi kawakan di PHT Tulungagung, Sumidi (65) mengaku membawa sapi miliknya ke salon lantaran alasan kesehatan kuku sangat mempengaruhi kesehatan sapi secara keseluruhan. 

Baca juga: Volume Air di Waduk Wonorejo Tulungagung Menyusut 7 Sentimeter Per Hari saat Musim Kemarau

Menurutnya, jika kuku sapi panjang dan tidak dipotong, maka belah kaki mudah dimasuki kotoran dan sulit dibersihkan dan akan menyulitkan sapi saat berjalan. Kondisi ini membuat sapi tidak nyaman, lalu mempengaruhi nafsu makannya.

Sehingga, setelah disalonkan sapi terlihat lebih sehat dan lebih terlihat indah. Tak heran setelah disalonkan harganya juga ikut naik. "Sepertinya sederhana. Tapi kalau kukunya sehat, tanduknya bagus, harganya ikut naik," tandasnya. tl-02/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru