SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mencatat lonjakan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam beberapa bulan terakhir. Kesubdit III Jatanras, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa lebih dari 500 kasus curanmor berhasil diungkap di berbagai wilayah, terutama di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Mojokerto.
"Selama beberapa bulan terakhir, kami telah berhasil mengungkap lebih dari 500 kasus curanmor. Wilayah terbanyak berada di Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto," ujar AKBP Jumhur, Minggu (15/6/2025).
Baca juga: Polres Bangkalan Tangkap 5 Orang Komplotan Curanmor
Jumhur menyebutkan, sebagian besar pelaku yang ditangkap merupakan pelaku baru dengan rentang usia antara 19 hingga 30 tahun. Motif mereka beragam, mulai dari kebutuhan ekonomi hingga gaya hidup konsumtif.
"Pelakunya banyak yang baru. Mereka mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup, ada juga yang untuk berfoya-foya dan mengikuti gaya hidup mewah. Ini yang memprihatinkan," jelasnya.
Lebih lanjut, AKBP Jumhur menjelaskan bahwa hasil motor curian biasanya langsung dijual ke pengguna akhir (end user) tanpa perantara, baik melalui pertemuan langsung di jalan maupun lewat platform media sosial.
"Sebagian pelaku menjual motor hasil curian kepada pembeli yang ditemui di jalan, lalu langsung kabur. Bahkan ada juga yang menjajakan hasil curian itu melalui jejaring media sosial," ungkapnya.
Baca juga: Ungkap Kasus Curanmor, Polres Jombang Amankan 17 Orang Tersangka
Menanggapi situasi ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat, terutama pengurus RT dan RW dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia mendorong pemasangan portal dan CCTV di kawasan pemukiman sebagai langkah preventif.
"Peran RT dan RW sangat penting. Portal kampung dan CCTV harus diperbanyak. Sebagian besar wilayah sudah menerapkannya, tapi perlu terus ditingkatkan," kata Eri.
Ia menambahkan bahwa Pemkot Surabaya akan terus bersinergi dengan Polrestabes Surabaya untuk memetakan titik-titik rawan dan memperkuat sistem keamanan lingkungan.
Baca juga: Setahun Terakhir, Kasus Curanmor di Lamongan Masih Mendominasi
"Kami akan petakan bersama Polrestabes titik rawan curanmor. Tapi yang paling penting, kita semua harus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan kita masing-masing," tegasnya.
Dengan kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat, diharapkan angka kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor, dapat ditekan secara signifikan di Jawa Timur.(Sp/ad)
Editor : Redaksi