SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam Alkitab, keras kepala atau kekerasan hati digambarkan sebagai sikap yang menolak untuk taat kepada Tuhan dan firman-Nya. Hal ini dianggap sebagai dosa yang dapat mendatangkan hukuman dan menjauhkan seseorang dari berkat Tuhan.
Beberapa tokoh Alkitab yang digambarkan keras kepala antara lain Firaun dan orang-orang Farisi.
Baca juga: Yakobus 4:7
Alkitab berkata dalam Samuel 15:23 (Terjemahan Hidup Baru) bahwa " Pemberontakan sama dosanya dengan ilmu sihir, dan keras kepala sama buruknya dengan menyembah berhala ." Jadi saya sama sekali tidak mendukung keras kepala.
Keras kepala berakar pada kesombongan — dan karena itu, pada akhirnya menjadi masalah rohani. Pastikan komitmen Anda kepada Kristus, lalu mintalah Dia untuk membantu Anda menunjukkan kasih-Nya kepada sepupu Anda. Alkitab berkata, "Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa" (1 Petrus 4:8).
Nabi Samuel memberi tahu Raja Saul bahwa Allah menganggap pemberontakan itu seperti sihir dan kekeras-kepalaan itu seperti penyembahan berhala.
Saya diberi tahu seorang Pastur, ciri-ciri orang yang Keras Kepala, umummya hubungan sosialnya sering berantakan, karena sikapnya yang buruk. Orang keras kepala, senang berdebat hanya demi satu kepentingannya. Ini karena orang keras kepala umumnya tidak terbuka terhadap pendapat orang lain dan menolak untuk dibujuk.
Ada perbedaan antara “keras kepala” dan “kaku” . “Keras kepala” berarti keras kepala, sulit diatur.
Baca juga: Tahun Baru Masehi
Sedang orang “Kaku” berarti tidak fleksibel, keras, keras, dan tidak mau mengalah.
Lalu apa dampak negatif dari seorang yang keras kepala?
Dampak negatif dari orang yang punya sifat keras kepala yaitu berpikiran sempit, menolak berkompromi, hingga menolak ide orang lain.
Pastur saya bilang memang benar bahwa sikap orang keras kepala tidak selalu baik. Sikap keras kepala bisa berbahaya jika muncul dalam bentuk pikiran sempit atau penolakan untuk mendengarkan atau menghormati orang lain . Menantang diri sendiri dan pendapat orang lain adalah bagian dari pembelajaran orang keras kepala, meskipun terasa tidak nyaman.
Baca juga: Dekorasi Rumah Jelang Natal
Sikap keras kepala dapat membuat seseorang menjauh dari rencana dan bimbingan Tuhan, sehingga kehilangan berkat dan perlindungan-Nya.
Kata Pastur saya, keras kepala dapat membawa akibat buruk bagi individu, seperti kehancuran, kutukan, dan penghakiman Tuhan. Masih ada diantara pembaca yang bertahan dengan keras kepala? Pastur saya mengingatkan sikap keras kepala dapat memicu konflik dalam hubungan pribadi.
Ingat dalam Alkitab, sikap keras kepala seringkali digambarkan sebagai dosa atau perilaku yang tidak disukai Tuhan. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham