SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya orang Kristen menghormati Muslim yang berpuasa selama Ramadhan sebagai bentuk toleransi, solidaritas, dan kasih persaudaraan. Saya wujudkan dengan tidak makan/minum di depan umum, menjaga ketenangan, serta mendukung teman Muslim. Nahkan kadang saya ikut berpuasa sebagai solidaritas. Sikap ini memperkuat harmoni sosial dan menghargai nilai spiritual.
Jadi ada toleransi praktis umat Kristiani Menahan diri untuk tidak makan atau minum secara terang-terangan di depan teman atau tetangga Muslim yang sedang berpuasa.
Saat saya di tempat kerja dengan mayoritas Muslim, saya ikut berpuasa untuk menghormati dan menemani.
Sikap saling menghormati ini mencerminkan indahnya keberagaman dan persaudaraan antarpemeluk agama di Indonesia .
Saya, beberapa tahun lalu ikuti sejumlah pengguna media sosial yang berpartisipasi dalam gerakan #Christians4Ramadan. Gerakan ini sebagai bentuk solidaritas umat Kristiani untuk warga Muslim di bulan puasa.
"Saya Anthony, saya seorang Kristen di London. Sebagai solidaritas, Ramadan hingga Ied. Tidak akan makan dan minum siang hari! #Christians4Ramadan," tulis Anthony Murley melalui akun @ajrmurls.
Tagar ini ramai digunakan pada akhir Juni lalu dan hingga kini telah dikicaukan lebih dari 1.985 kali.
Banyak orang yang memberikan respon positif terhadap ini, termasuk seorang intelektual Islam Ulil Abshar Abdalla dalam akun @ulil.
"Ada tagar #christians4ramadan sebagai bagian dari gerakan dialog antaragama di Amerika. Orang-orang Kristen ikut puasa sebagai kesetiakawanan. Menarik."
Kepada BBC Trending, sang inisiator Bassel Riche dari kelompok "Eid Pray Love" mengatakan #Muslim4Lent dilakukan untuk memicu dialog antaragama, terutama setelah banyaknya protes melawan ekstremisme.
Di Inggris, dalam tiga tahun terakhir ini, ada sejumlah mahasiswa membentuk proyek yang dinamakan Tenda Ramadan dengan mengundang non-Muslim untuk mengangkat solidaritas antaragama.
Menanggapi berita ini, sejumlah pengguna Facebook di BBC Indonesia mengatakan praktik 'ikut berpuasa' ini juga banyak dilakukan.
Debra Mandagi mengatakan, "aku tahun lalu ikut puasa bersama sama temen muslim, selama tiga minggu karena di asrama kami Kristen cuma sedikit, jadi menghargai yang puasa kita ikut biar makan sama-sama waktu sahur dan buka puasa."
Sementara itu, Yemima Chandra bercerita,"minggu depan saya ikut mudik bersama adik ipar saya untuk lebaran bersama keluarganya yang beragama Muslim di Malaysia, saya sendiri beragama Kristen protestan, agama tidak menghalangi kami untuk saling mengasihi."
Bagi saya toleransi praktis umat Kristiani terhadap umat Muslim yang berpuasa di Indonesia bisa diwujudkan melalui aksi nyata seperti membagikan takjil gratis, tidak makan/minum di depan umum, serta menghormati jam ibadah. Sikap ini didasarkan pada kasih persaudaraan, menghargai martabat manusia, dan solidaritas sosial, bahkan terkadang saya ikut berpuasa sebagai bentuk solidaritas. Apalagi sekarang, suami dan anak anak muslim dan muslimah. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham