SURABAYA PAGI, Surabaya - Surabaya darurat sampah, Berdasarkan data terbaru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, jumlah timbunan sampah harian mencapai 1.800 ton per hari, sementara daya tampung TPA Benowo kian menipis karena setiap hari menerima 1.400–1.500 ton sampah masuk di Kota Pahlawan.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Rabbany Al Yunifar, mengatakan, penanganan sampah di Surabaya ini sudah mendesak masuk ke level krisis. Maka dari itu Ia mendorong Pemkot mempersiapkan alternatif pengelolaan sampah, termasuk teknologi waste to energy dan perluasan kampung zero waste di berbagai kecamatan.
Baca juga: Kurangi Masalah Sampah di TPA, Pemkab Madiun Optimalkan Fungsi 15 TPS3R
“Ini tanggung jawab bersama. Mari jadikan Surabaya kota percontohan pengelolaan sampah dan lingkungan hidup dengan aksi, bukan sekadar slogan,” ungkap Rabbany, Rabu (30/7).
Menurut Politisi Gerindra ini, pencegahan darurat sampah hanya bisa tercapai kalau pemerintah, warga, dan dunia usaha bahu-membahu secara nyata.
Baca juga: Berantas Sampah, Trenggalek Luncurkan Program ‘Perempuan Sarinah’
“Surabaya menghasilkan hampir 2.000 ton sampah per hari, padahal kapasitas TPA Benowo secara teknis ideal hanya untuk 1.000 ton saja. Kalau tidak ada terobosan baru, Surabaya bisa darurat sampah dalam waktu dekat,” kata Rabbany.
Ia mengapresiasi upaya pemkot lewat program bank sampah, pemilahan, pengurangan plastik (sesuai Perwali No.16/2022), dan sosialisasi gaya hidup ramah lingkungan. Data DLH menyebutkan saat ini terdapat sekitar 600 bank sampah aktif dan pengurangan sampah plastik sudah mencapai 22%.
Baca juga: Ajak Peduli Lingkungan Sejak Dini, Trenggalek Luncurkan Program ‘Sangu Sampah’
Namun, Rabbany menilai kolaborasi warga harus makin diperkuat. “Gerakan pengelolaan sampah berbasis komunitas harus lebih masif dan menjadi gaya hidup harian. Selain itu, soal produsen juga perlu ada pengawasan lebih ketat dalam pengelolaan limbah dan kemasan plastik sekali pakai,” pungkasnya. Alq
Editor : Redaksi