Tas Lukis Nena Namo Dinilai Layak Jadi Cenderamata Khas Surabaya

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengajak pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta para pengusaha untuk mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memanfaatkan produk-produk lokal.

Ajakan ini disampaikan saat kunjungan ke galeri kerajinan tangan Nena Namo Handycraft di Kedungsari, Surabaya, Rabu.(6/8/2025).

Baca juga: Menuju Porprov 2027 dan PON 2028, IPSI Jatim Mantapkan Pembinaan Organisasi untuk Dongkrak Prestasi

"Saya harap BUMD dan BUMN di Surabaya serta para pengusaha bisa memanfaatkan produk UMKM seperti ini agar mereka bisa lebih berkembang," ujar Bambang Haryo. 

Ia menyoroti potensi tas lukis buatan Nena Namo untuk dijadikan cenderamata khas Kota Surabaya dalam berbagai acara resmi. Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, produk-produk handmade seperti tas lukis pengrajin di Jalan Kedungsari Surabaya ini bisa menjadi simbol promosi budaya dan kreativitas daerah. 

"Ini bisa menjadi souvenir khas Surabaya yang dibagikan dalam kunjungan resmi ke berbagai instansi atau mitra luar negeri," tambahnya.

Baca juga: Kemenparekraf dan DPR Dorong Komersialisasi Kuliner Lewat Pelatihan di Surabaya

Bambang Haryo menjelaskan bahwa Nena Namo Handycraft adalah salah satu UMKM legendaris di Surabaya yang telah menembus pasar internasional, seperti Jepang, Korea, Belanda, dan negara-negara di Eropa. Ia pun mendorong agar UMKM tersebut mendapatkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mempermudah ekspor secara massal.

Selain itu, Bambang Haryo menekankan pentingnya dukungan pembiayaan dan sertifikasi dari pemerintah. "Permodalan bisa diperoleh dari KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang sekarang tersedia hingga Rp100 juta tanpa agunan. Pemerintah juga seharusnya membebaskan biaya sertifikasi, termasuk SNI, agar UMKM bisa terus hidup dan berkembang," jelasnya.

Baca juga: Kemenparekraf dan DPR Dorong UMKM Surabaya Kuasai Desain Digital untuk Promosi Produk

Pemilik Nena Namo Handycraft, Sri Sulatiningsih, menyambut baik dorongan tersebut. Meskipun produknya sudah diminati pasar internasional dalam skala terbatas, ia berharap pemerintah dan pelaku usaha dapat membantu membuka akses pasar yang lebih luas.

"Kalau ekspor besar-besaran belum pernah, biasanya perorangan. Produk saya handmade, jadi proses produksinya tidak bisa cepat. Tapi kalau ada permintaan besar dan waktu yang cukup, saya siap," ungkap Sri. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru