SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Meluasnya kekeringan di wilayah Kabupaten Probolinggo hingga pertengahan Agustus 2025 membuat setidaknya 12 Desa mengalami krisis air bersih. Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini, BPBD setempat masih terus mendistribusikan air bersih sesuai kebutuhan.
"Sejak awal Juni hingga pertengahan Agustus 2025 ini, kami telah 23 kali menyalurkan air bersih dengan total volume 237.000 liter ke desa-desa yang dilanda kekeringan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Probolinggo, Moh. Zubaidulloh, Kamis (21/08/2025).
Baca juga: 4 Kecamatan Probolinggo Diterjang Hujan Angin Puting Beliung, 4 Rumah Warga Rusak
Dikatakan volume air yang didistribusikan tergantung pada permintaan dan kebutuhan masing-masing desa. Bahkan, Senin, 18 Agustus 2025 kemarin ada desa yang baru mulai meminta pasokan air bersih.
"Berkisar antara 5.000 hingga 12.000 liter untuk setiap kali kirim," ujarnya.
Baca juga: BPBD Catat 7 Jembatan dan 40 Rumah Warga di Probolinggo Rusak Diterjang Banjir Bandang
Lebih lanjut, imbuh Zubaidulloh, selama Juni hingga Agustus 20205, BPBD Kabupaten Probolinggo telah melayani 5.003 jiwa di 22 dusun, yang tersebar di 12 desa.
Selain itu, ada beberapa daerah yang paling terdampak kekeringan, antara lain, Dusun Dulungan dan Dusun Karang Tengah di Desa Tulupari, Kecamatan Tiris. Kedua dusun di lereng Gunung Argopuro itu dipasok 71.000 liter air bersih. Lalu, Dusun Paoan, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan, yang dipasok 18.000 liter air bersih. Dimana,
Baca juga: Air Keruh Puluhan Tahun, Warga di Desa Prambon Trenggalek Nekat Konsumsi Air Tak Layak
Krisis air bersih ini, diperkirakan berlangsung lama. Sebab musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung selama bulan Agustus ini. "Bahkan puncak kemarau diprediksi pada bulan September,” pungkas Zubaidulloh. pr-01/dsy
Editor : Desy Ayu