SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo mencatat sebanyak 7 jembatan hingga 40 rumah warga di Kecamatan Tiris rusak diterjang banjir bandang, diantaranya yakni Desa Andungbiru, Andungsari, Tiris, dan Tlogosari. Meski menyebabkan kerusakan infrastruktur dan permukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Sjarif mengungkap, selain rumah warga, juga, sebanyak tiga jembatan di Desa Andungbiru mengalami kerusakan dengan rincian dua jembatan putus total dan satu jembatan dalam kondisi miring.
“Berdasarkan hasil asesmen terbaru bahwa jembatan yang terdampak bertambah satu dari enam menjadi tujuh jembatan yang rusak akibat bencana banjir di Kecamatan Tiris,” jelasnya, Minggu (14/12/2025).
Sementara itu, di Desa Andungsari terdapat dua jembatan terdampak, masing-masing satu jembatan putus dan satu jembatan miring. Adapun di Desa Tiris terdapat satu jembatan yang mengalami kerusakan pada bagian pagar jembatan, sedangkan di Desa Tlogosari terdapat satu jembatan yang putus akibat diterjang banjir bandang.
“Satu jembatan darurat di Desa Andungbiru sudah selesai dibangun untuk membuka akses warga yang terisolasi, sedangkan di Desa Andungsari juga dibuat jembatan darurat yang dibangun secara gotong royong oleh masyarakat,” tuturnya.
Selain kerusakan jembatan, banjir bandang Probolinggo juga berdampak pada puluhan rumah warga yang terendam air bercampur lumpur di Desa Andungbiru dan Desa Tiris. Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Kami imbau masyarakat meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di daerah rawan banjir dan tanah longsor,” katanya.
Sedangkan hingga kini, terkait penyebab banjir, pihaknya menyebut jika debit air yang besar menjadi faktor dominan terjadinya banjir bandang. Meski demikian, pihaknya berharap tidak ada aktivitas illegal logging atau faktor lain yang memperparah bencana. Pemerintah daerah juga turut memastikan penanganan dampak banjir bandang Probolinggo terus dilakukan guna memulihkan akses transportasi, permukiman warga, serta mencegah risiko bencana susulan. pr-01/dsy
Editor : Desy Ayu